Industri Tempe Topang Pertumbuhan Ekonomi RI

Rabu, 21 Januari 2015 - 14:18 WIB
Industri Tempe Topang...
Industri Tempe Topang Pertumbuhan Ekonomi RI
A A A
JAKARTA - Ketua dan Penggagas Indonesia Tempe Movement FG Winarno mengklaim, tempe merupakan sektor pangan utama yang mampu menopang pendapatan ekonomi Indonesia.

"Suatu ketika tempe bisa jadi meningkatkan ekonomi, seperti batik dan lainnya. Sebagai eksplore untuk disalurkan. Ini tergantung masyarakat Indonesia," ujarnya kepada Sindonews di Universitas Katholik Atmajaya, Jakarta, Rabu (21/1/2015).

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan sejumlah upaya agar produk asli Indonesia ini tidak diakui negara lain, seperti beberapa kasus sebelumnya.

"Ya, bisa juga kaitannya, pertama agar tempe jangan diakui negara lain," imbuh dia.

Winarno mengatakan, para pakar dan ilmuwan sedianya berniat memberikan pendapat dan saran kepada pemerintah mengenai potensi tempe untuk bisa masuk pasar dunia.

"Kita dari ilmuwan, ingin memberikan pendapat dan saran kepada pemerintah, serta pada masyarakat luas bagaimana mengenal tempe dan meningkatkan potensi tempe ini," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gerakan Tempe Movement akan membangkitkan Tempe menjadi makanan kelas internasional, melalui seminar internasional yang bertajuk International Conference on Tempe and Its Related Product 2015 di Yogyakarta.

Dia mengatakan, penyelenggaran seminar internasional ini untuk memperkenalkan produk makanan khas Indonesia mempunyai manfaat penting bagi kesehatan.

"Kita kembangkan akan kita rekomendasi nanti dijamin, benefit maupun arti positifnya bagi kesehatan," tuturnya.

Lebih lanjut, nantinya acara ini akan melibatkan industri tempe untuk memeriahkan acara tersebut serta untuk mendukung para pelaku industri tempe.

"Di situ juga terlibat industri tempe, industri tempe juga perlu didukung," pungkas Winarno.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
8 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
9 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
9 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
9 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
10 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved