Menkeu: AS Untung IMF Revisi Pertumbuhan Ekonomi Global

Kamis, 22 Januari 2015 - 15:11 WIB
Menkeu: AS Untung IMF...
Menkeu: AS Untung IMF Revisi Pertumbuhan Ekonomi Global
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, Amerika Serikat (AS) akan diuntungkan saat IMF mengumumkan pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,5%.

"Sebelumnya ditetapkan 3,8%. Terus IMF merevisi jadi 3,5%. Cukup jelas saya katakan bahwa ekonomi global tidak seperti dulu," katanya di Gedung DPR Jakarta, Kamis (21/1/2015).

Bambang mengatakan, AS menjadi satu-satunya negara yang bisa mengambil untung dari situasi ini. Karena, AS akan menerima kucuran investasi pada saat bank sentralnya menaikkan suku bunga.

Sementara, negara-negara lain akan mengalami hal yang sebaliknya yaitu keluarnya arus modal.

"Di sini jelas terlihat, hanya AS yang mengalami kenaikan pertumbuhan 2015. Sedangkan untuk negara maju yang lainnya dan negara berkembang seperti Indonesia akan mengalami dampak yang sama, yaitu pelemahan pertumbuhan," kata dia.

Namun, Bambang tetap mengungkapkan rasa optimistisnya bahwa Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 5,5%-5,8% pada tahun ini. "Kita perkirakan 5,5%-5,8%. Optimisme haruslah," kata Bambang.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved