Inflasi Lemah, BI Didesak Segera Pangkas Suku Bunga

Jum'at, 23 Januari 2015 - 15:09 WIB
Inflasi Lemah, BI Didesak...
Inflasi Lemah, BI Didesak Segera Pangkas Suku Bunga
A A A
JAKARTA - Pengamat Ekonomi dari Universitas Sam Ratulangi Manado Agus Tony Poputra mendesak Bank Indonesia (BI) untuk segera memangkas bunga acuan (BI rate).

“Kebijakan BI untuk mempertahankan BI rate yang tinggi saat laju inflasi cenderung melemah merupakan keputusan kurang bijak,” kata dia dalam rilisnya, Jumat (23/01/2015).

Dia memperkirakan, pada Januari 2015 akan terjadi inflasi negatif atau deflasi dipicu menurunnya harga bahan bakar minyak (BBM) dan harga bahan makanan.

Dengan begitu, menurut dia, jika BI mempertahankan BI rate pada tingkat yang tinggi saat kondisi potensi inflasi rendah, maka jika terjadi inflasi tinggi, BI akan kehilangan ruang untuk menaikkan kembali BI rate karena sudah terlampau tinggi.

“Bila dipaksakan, maka bunga kredit akan semakin tinggi,” kata Agus.

Dia menuturkan, BI rate menjadi acuan suku bunga simpanan dan kredit perbankan komersial. Jika BI rate dipertahankan tinggi, maka sulit bagi perbankan untuk menurunkan suku bunga simpanan dan kredit.

Kerena itu, pengusaha tidak dapat berharap banyak untuk mendapatkan suku bunga kredit lebih murah dalam beberapa waktu mendatang bila BI tetap mempertahankan BI rate yang tinggi.

Sekadar informasi, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 15 Januari memutuskan tetap mempertahankan BI rate pada level 7,75%. Posisi ini bertahan sejak November tahun lalu pasca pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI-Rate Tetap di Level...
BI-Rate Tetap di Level 6,25 Persen
Breaking News! BI Pangkas...
Breaking News! BI Pangkas Suku Bunga Jadi 6%
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Perry Warjiyo Ungkap...
Perry Warjiyo Ungkap Ada Ruang Penurunan BI Rate di Penutup Tahun 2024
4 Kali Pangkas Suku...
4 Kali Pangkas Suku Bunga Acuan, Gubernur Perry: BI Rate Masih Bisa Turun Lagi
Ekonom: BI Berpeluang...
Ekonom: BI Berpeluang Lanjutkan Pemangkasan BI Rate hingga 5,50% Akhir 2024
Berita Terkini
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
58 menit yang lalu
Kinerja Tumbuh Positif,...
Kinerja Tumbuh Positif, ASABRI Bukukan Kenaikan Aset 12,23% di 2025
1 jam yang lalu
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
1 jam yang lalu
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi
2 jam yang lalu
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
2 jam yang lalu
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
3 jam yang lalu
Infografis
Mantan Jenderal Zionis:...
Mantan Jenderal Zionis: 3 Penyebab Israel akan Segera Hancur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved