IHSG Pekan Depan Diprediksi pada Kisaran 5.100-5.350
Sabtu, 24 Januari 2015 - 16:41 WIB
IHSG Pekan Depan Diprediksi pada Kisaran 5.100-5.350
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan depan diperkirakan akan ada respon positif dari pelaku pasar yang membawa IHSG melonjak.
Meski masih diharapkan adanya kenaikan, namun tetap mewaspadai potensi pembalikan melemah seiring mulai adanya aksi-aksi profit taking.
Kepala Riset PT Woori Koorindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG pekan depan diperkirakan akan berada pada rentang support 5.100-5.250 dan resisten 5.335-5.350.
Membentuk pola bullish engulfing di atas area upper bollinger band (UBB). MACD masih bergerak datar namun dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba berbalik naik.
Laju IHSG akhir pekan sempat di bawah area target support (5.130-5.138) namun, mampu melampaui area target resisten (5.197-5.235).
"Laju IHSG mengawali pekan ini dengan pergerakan variatif. Meski sentimen penurunan harga BBM, elpiji, bahkan semen tampaknya belum sepenuhnya direspon positif dan sinyal profit taking pun diperkirakan masih berlanjut. Namun, IHSG mampu bertahap ke zona hijau," ujarnya di Jakarta, Sabtu (24/1/2015).
Laju IHSG sesekali berada di zona merah meskipun sempat mengalami kenaikan tipis. Di satu sisi, pelaku pasar mencoba mengakumulasi beli saham-saham yang telah melemah sebelumnya dengan memanfaatkan sentimen kenaikan bursa saham Asia yang terimbas positif kenaikan bursa saham AS.
Namun, lanjut Reza, di sisi lain ada juga pelaku pasar yang cenderung melakukan aksi jual seiring masih variatifnya sentimen yang ada.
Meski masih diharapkan adanya kenaikan, namun tetap mewaspadai potensi pembalikan melemah seiring mulai adanya aksi-aksi profit taking.
Kepala Riset PT Woori Koorindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG pekan depan diperkirakan akan berada pada rentang support 5.100-5.250 dan resisten 5.335-5.350.
Membentuk pola bullish engulfing di atas area upper bollinger band (UBB). MACD masih bergerak datar namun dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba berbalik naik.
Laju IHSG akhir pekan sempat di bawah area target support (5.130-5.138) namun, mampu melampaui area target resisten (5.197-5.235).
"Laju IHSG mengawali pekan ini dengan pergerakan variatif. Meski sentimen penurunan harga BBM, elpiji, bahkan semen tampaknya belum sepenuhnya direspon positif dan sinyal profit taking pun diperkirakan masih berlanjut. Namun, IHSG mampu bertahap ke zona hijau," ujarnya di Jakarta, Sabtu (24/1/2015).
Laju IHSG sesekali berada di zona merah meskipun sempat mengalami kenaikan tipis. Di satu sisi, pelaku pasar mencoba mengakumulasi beli saham-saham yang telah melemah sebelumnya dengan memanfaatkan sentimen kenaikan bursa saham Asia yang terimbas positif kenaikan bursa saham AS.
Namun, lanjut Reza, di sisi lain ada juga pelaku pasar yang cenderung melakukan aksi jual seiring masih variatifnya sentimen yang ada.
(izz)
Lihat Juga :