Waspadai Profit Taking Pasca IHSG Cetak Rekor
Senin, 26 Januari 2015 - 08:37 WIB
Waspadai Profit Taking Pasca IHSG Cetak Rekor
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibayangi aksi ambil untung (profit taking) pasca mencetak rekor baru.
Kepala Riset PT Woori Koorindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan IHSG akan membentuk pola white marubozu sentuh area upper bollinger band (UBB). MACD mencoba bertahan naik setelah membentuk golden cross dengan histogram positif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R bertahan dengan kenaikannya.
"Kami mengharapkan adanya kenaikan lanjutan, namun seperti biasanya, tembusnya level tertinggi baru malah akan membuat IHSG menjadi ajang profit taking. Tetap cermati potensi perubahan melemah yang ada," kata dia, Senin (26/1/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.265-5.300 dan resisten 5.330-5.336. Laju IHSG akhir pekan lalu mampu melampaui area target resisten 5.262-5.275 dan juga mampu bertahan di atas area target support 5.200-5.236.
Maraknya sentimen positif terutama dari global mampu berimbas positif pada laju IHSG. Akan tetapi, respon positif pelaku pasar telah membuat IHSG tembus new high record dan kembali meninggalkan utang gap 5.267-5.281.
"Kekhawatiran kami akan terjadinya perlambatan mampu di tepis oleh IHSG yang mampu bertahan di teritori positif meski sempat turun tipis," ujarnya.
Masih berlanjutnya penguatan rupiah, imbas positif bursa saham Asia, hingga asing yang kembali melakukan aksi beli mendukung laju IHSG bergerak positif.
Di sisi lain, sentimen negatif dari permasalahan terkait kasus hukum KPK tidak terlalu mempengaruhi laju IHSG. Adapun transaksi asing tercatat nett buy dari net sell Rp249,24 miliar menjadi net buy Rp1,62 miliar.
Kepala Riset PT Woori Koorindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan IHSG akan membentuk pola white marubozu sentuh area upper bollinger band (UBB). MACD mencoba bertahan naik setelah membentuk golden cross dengan histogram positif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R bertahan dengan kenaikannya.
"Kami mengharapkan adanya kenaikan lanjutan, namun seperti biasanya, tembusnya level tertinggi baru malah akan membuat IHSG menjadi ajang profit taking. Tetap cermati potensi perubahan melemah yang ada," kata dia, Senin (26/1/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.265-5.300 dan resisten 5.330-5.336. Laju IHSG akhir pekan lalu mampu melampaui area target resisten 5.262-5.275 dan juga mampu bertahan di atas area target support 5.200-5.236.
Maraknya sentimen positif terutama dari global mampu berimbas positif pada laju IHSG. Akan tetapi, respon positif pelaku pasar telah membuat IHSG tembus new high record dan kembali meninggalkan utang gap 5.267-5.281.
"Kekhawatiran kami akan terjadinya perlambatan mampu di tepis oleh IHSG yang mampu bertahan di teritori positif meski sempat turun tipis," ujarnya.
Masih berlanjutnya penguatan rupiah, imbas positif bursa saham Asia, hingga asing yang kembali melakukan aksi beli mendukung laju IHSG bergerak positif.
Di sisi lain, sentimen negatif dari permasalahan terkait kasus hukum KPK tidak terlalu mempengaruhi laju IHSG. Adapun transaksi asing tercatat nett buy dari net sell Rp249,24 miliar menjadi net buy Rp1,62 miliar.
(rna)
Lihat Juga :