Pasar Obligasi Berpotensi Balik Arah Melemah

Senin, 26 Januari 2015 - 14:41 WIB
Pasar Obligasi Berpotensi...
Pasar Obligasi Berpotensi Balik Arah Melemah
A A A
JAKARTA - Pasar obligasi pada pekan ini diproyeksi berpotensi berbalik arah melemah karena sentimen negatif dari hasil pemilihan umum (pemilu) di Yunani.

Sekadar informasi, Partai sayap kiri Yunani, Syriza memenangkan pemilu. Partai anti penghematan anggaran ini akan melakukan negosiasi ulang utang Yunani.

Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada berharap pasar obligasi menguat pada pekan ini, namun perlu diwaspadai potensi pembalikan arah jika kondisi global mengalami perubahan.

"Terutama dengan adanya kegiatan pemilu di Yunani yang dimungkinkan akan memberikan dampak negatif pada pasar keuangan jika hasilnya tidak sesuai harapan," kata dia, Senin (26/1/2015).

Kendati demikian, di sisi lain, imbas dari pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) dan jelang pertemuan Bank Sentral Amerika (The Fed) diharapkan dapat memberikan sentimen positif, sehingga mampu mengimbangi adanya sentimen negatif.

"Dengan demikian, jikapun ada pembalikan arah melemah maka kami harapkan tidak akan terlalu dalam pelemahannya," ujarnya.

Dia memperkirakan, laju harga obligasi akan bergerak dengan rentang 45 hingga 125 basis points (bps). Untuk itu, dia menyarankan untuk tetap mencermati perubahan dan antisipasi sentimen yang ada.

Sementara pada pekan ini, pemerintah akan kembali melakukan Lelang Penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa (27/1/2015).

Seri-seri SBSN yang akan dilelang adalah SBSN berbasis proyek, yaitu seri PBS006 (reopening), PBS007 (reopening) dan PBS008 (reopening).

Selain itu, juga akan dilelang Sukuk Negara dengan seri SPN-S 14072015 (reopening). Masing-masing seri menawarkan imbalan 8,25%; 9,00%; dan 7,00%. Sementara seri SPN-S 14072015 akan ditawarkan dengan imbalan diskonto.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PNM Dipercaya Terbitkan...
PNM Dipercaya Terbitkan Orange Bond di Indonesia
Perbandingan Obligasi...
Perbandingan Obligasi Syariah vs Konvensional: Prinsip, Imbal Hasil, dan Risikonya
Entitas BRPT Raih Peringkat...
Entitas BRPT Raih Peringkat Investment Grade untuk Green Bond
Polytama Propindo Tawarkan...
Polytama Propindo Tawarkan Kupon Obligasi 12%
Mengintip Kelebihan...
Mengintip Kelebihan Investasi Obligasi Pemerintah di Tengah Ancaman Resesi
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved