Nelayan Tak Bisa Berkembang akibat Pakan Mahal

Senin, 26 Januari 2015 - 15:07 WIB
Nelayan Tak Bisa Berkembang...
Nelayan Tak Bisa Berkembang akibat Pakan Mahal
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan mengungkapkan, melambungnya harga pakan ikan membuat nelayan perikanan budi daya tidak bisa berkembang dalam menjalankan usahanya. Saat ini, biaya pakan mencapai 80% dari total produksi.

"Nilai itu (80%) habis untuk pakan dan saya sudah berencana panggil produsen pakan, dan akan memberikan advice supaya pembudidaya mendapat harga pakan murah," ujarnya di Jakarta, Senin (26/1/2015).

Dia mengatakan, pakan mengambil porsi sebanyak 50%. Porsi tersebut, jadi 20% dapat digunakan untuk membayar tenaga kerja, sedangkan sisanya untuk investasi usaha.

Penerimanaa nelayan yang minim terjadi karena mahalnya harga pakan. Itu yang membuat Susi menyebut kondisi tersebut tak jauh beda dengan para buruh.

"Ada yang enggak benar di sini. Tugas negara untuk masuk membuat porsi harga pakan itu enggak lebih 50%, bayar kuli 20% dan dia masih untung bayar investasinya," terang Susi.

Atas kondisi tersebut, Susi memberikan arahan agar Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan membuat program yang bisa mengatur supaya pakan bisa murah. Ketentuannya, harga pakan tak boleh lebih 60%.

"Di sini saya wajibkan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran untuk mengatur program swasembada pakan yang hanya mencapai 60% paling mahal," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Kebijakan KKP Soal Penangkapan...
Kebijakan KKP Soal Penangkapan Ikan Berbasis Kuota Dinilai Membantu Nelayan Kecil
Menteri Trenggono: Pemutakhiran...
Menteri Trenggono: Pemutakhiran HPI Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Tunda Penangkapan Ikan Terukur
11 Nelayan Terdampar...
11 Nelayan Terdampar Asal Rote, Dipulangkan KKP dan Pemerintah Australia
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
15 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved