Laju IHSG Diprediksi Masih Dibayangi Profit Taking
Selasa, 27 Januari 2015 - 08:26 WIB
Laju IHSG Diprediksi Masih Dibayangi Profit Taking
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi masih dibayangi aksi ambil untung (profit taking), sehingga akan menahan kenaikan.
Kepala Riset PT Woori Koorindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola evening star masih sentuh area upper bollinger band (UBB). MACD gagal melanjutkan kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mulai bergerak turun.
"Masih adanya hasrat untuk profit taking dan respon berlebihan atas sentimen yang ada membuat laju IHSG masih sulit untuk bangkit. Tetap cermati dan waspadai potensi pelemahan lanjutan," kata dia, Selasa (27/1/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.200-5.230 dan resisten 5.288-5.312. Laju IHSG kemarin gagal mendekati area target resisten 5.330-5.336 dan bergerak di bawah area target support 5.265-5.300.
Laju IHSG kemarin memilih untuk berakhir di zona merah. Tembusnya level IHSG sebelumnya pada new high level membuat pelaku pasar umumnya terhasrat untuk melakukan aksi jual. Selain itu, respon berlebihan terhadap kasus KPK dan Polri turut berimbas pada pelaku pasar.
Di sisi lain, tidak disangka, adanya pemberitaan negatif dari masih turunnya harga komoditas, pemberlakuan pajak barang mewah untuk rumah di atas Rp2 miliar, dan sentimen negatifnya lainnya justru tidak terlalu membuat saham-saham properti turun, malah pelemahan didominasi oleh saham-saham konsumsi dan infrastruktur.
Berbalik melemahnya rupiah turut menjadi penghalang kenaikan IHSG. Di lain sisi, pelaku pasar asing memanfaatkan kondisi pelemahan ini untuk mengoleksi, di mana tercatat nett buy dari net buy Rp1,62 triliun menjadi net buy Rp776,59 miliar.
Kepala Riset PT Woori Koorindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola evening star masih sentuh area upper bollinger band (UBB). MACD gagal melanjutkan kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mulai bergerak turun.
"Masih adanya hasrat untuk profit taking dan respon berlebihan atas sentimen yang ada membuat laju IHSG masih sulit untuk bangkit. Tetap cermati dan waspadai potensi pelemahan lanjutan," kata dia, Selasa (27/1/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.200-5.230 dan resisten 5.288-5.312. Laju IHSG kemarin gagal mendekati area target resisten 5.330-5.336 dan bergerak di bawah area target support 5.265-5.300.
Laju IHSG kemarin memilih untuk berakhir di zona merah. Tembusnya level IHSG sebelumnya pada new high level membuat pelaku pasar umumnya terhasrat untuk melakukan aksi jual. Selain itu, respon berlebihan terhadap kasus KPK dan Polri turut berimbas pada pelaku pasar.
Di sisi lain, tidak disangka, adanya pemberitaan negatif dari masih turunnya harga komoditas, pemberlakuan pajak barang mewah untuk rumah di atas Rp2 miliar, dan sentimen negatifnya lainnya justru tidak terlalu membuat saham-saham properti turun, malah pelemahan didominasi oleh saham-saham konsumsi dan infrastruktur.
Berbalik melemahnya rupiah turut menjadi penghalang kenaikan IHSG. Di lain sisi, pelaku pasar asing memanfaatkan kondisi pelemahan ini untuk mengoleksi, di mana tercatat nett buy dari net buy Rp1,62 triliun menjadi net buy Rp776,59 miliar.
(rna)
Lihat Juga :