Bulog Diusulkan Dapat Rp3 Triliun

Selasa, 27 Januari 2015 - 11:05 WIB
Bulog Diusulkan Dapat...
Bulog Diusulkan Dapat Rp3 Triliun
A A A
JAKARTA - Perum Bulog diusulkan mendapatkan suntikan dana sebesar Rp3 triliun. Suntikan dana melalui Penyertaan Modal Pemerintah (PMN) tersebut terungkap saat Panitia Kerja (Panja) DPR melakukan rapat kerja bersama Deputi Bidang Usaha Agro dan Industri Strategis Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhamad Zamkhani dan direksi Perum Bulog di ruang Komisi VI DPR kemarin.

Rapat yang dipimpin Ketua Ahmad Hafidz Tohir tersebut berlangsung alot yang dihujani puluhan pertanyaan. Anggota Komisi VI umumnya mempertanyakan soal urgensi dari rencana penyuntikan dana sebesar Rp3 triliun. Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto mengatakan, pemberian PMN tersebut harus lebih selektif kepada BUMN yang benar-benar membutuhkan dan memberi dampak luas kepada masyarakat.

”Dalam rencana bisnis yang disampaikan, PMN tidak dapat meningkatkan kinerja keuangan Perum Bulog,” kata Darmadi. Padahal, tambahnya, Bulog sebagai badan yang ditugasi negara untuk melakukan stabilisasi harga pangan seharusnya dapat memanfaatkan suntikan dana untuk menopang program swasembada pangan.

”Jangan sampai Bulog karena penugasan itu mengalami rugi, karena jika rugi nanti, akan tetap meminta suntikan dana,” ungkapnya. PerumBulogmasukdalamjajaran 35 BUMN yang diusulkan mendapat suntikan dana dari APBN-P 2015 dengan total PMN sebesar Rp48,01 triliun. Sementara itu, Dirut Bulog Lenny Sugihat mengatakan, jika pemerintah memberikan suntikan, dana tersebut akan digunakan untuk percepatan penyerapan gabah/ beras pada saat panen raya.

Penyerapan gabah/beras tersebut dalam rangka penguatan stok sebagai bagian dari cadangan pangan pemerintah (CPP) dalam bentuk beras, stabilisasi harga pangan, dan peningkatan kesejahteraan petani. ”Penyerapan gabah/beras petani mencapai 417.473 ton/ tiga bulan atau 1,61 juta ton/ tahun dari target 3,2 juta ton per tahun. PMN ini juga dapat mendorong efisiensi biaya bunga sebesar Rp300 miliar,” ucapnya.

Dengan perolehan PMN, Bulog memperkirakan pendapatan perusahaan 2018 mencapai Rp47,88 triliun, melonjak dari 2015 sekitar Rp32,09 triliun. Pada saat yang bersamaan Bulog, memproyeksikan laba bersih sebesar Rp1,5 triliun atau naik dari laba bersih sebelumnya Rp597 miliar.

Oktiani endarwati/Ant
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
23 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved