Genjot Pajak, DJP Akan Bedakan Kartu NPWP

Selasa, 27 Januari 2015 - 16:46 WIB
Genjot Pajak, DJP Akan...
Genjot Pajak, DJP Akan Bedakan Kartu NPWP
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan membedakan kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk menggenjot penerimaan pajak negara.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo untuk mewujudkan wajib pajak dengan pembayaran yang besar dan tertib.

"Kita lakukan, misalnya dengan NPWP dalam bentuk gold atau platinium. Kemudian bisa duduk di eksekutif lounge," ujarnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2015).

Mardiasmo juga mengatakan, para wajib pajak yang membayar dalam jumlah besar dan taat untuk membayar merasa lebih diapresiasi negara.

"Ini juga tergantung pada besaran dan lama dia bayar pajaknya. Jadi ada apresiasi. Jadi bukan hanya punishment tapi juga apresiasi," kata dia.

Selain melalui kartu NPWP, DJP juga akan mengadakan berbagai program seperti duta pajak dan pemilihan wajib pajak teladan. Hal tersebut secara tidak langsung akan meningkatkan kinerja perpajakan dalam negeri.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
20 Tahun Tak Pernah...
20 Tahun Tak Pernah Naik, Bea Meterai Jadi 10 Ribu
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
26 menit yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
33 menit yang lalu
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
56 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
1 jam yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
2 jam yang lalu
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved