Bank Mandiri Siapkan Sekuritisasi Aset Tahun Ini

Rabu, 28 Januari 2015 - 00:22 WIB
Bank Mandiri Siapkan...
Bank Mandiri Siapkan Sekuritisasi Aset Tahun Ini
A A A
JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) siap melakukan sekuritisasi aset tahun ini. Perseroan menargetkan sekuritisasi aset Kredit Perumahan Rakyat (KPR) mencapai Rp750 miliar hingga Rp1 triliun.

Direktur Utama BMRI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sekuritisasi aset tersebut demi memperdalam pasar modal. Ini akan menjadi alternatif pembiayaan perumahan sehingga tidak lagi melalui perbankan.

"Semester dua kita kerja sama dengan Sarana Multigriya Financial dalam sekuritisasi aset. Untuk rencana kredit KPR tahun ini tetap tumbuh. Meski ada aturan loan to value atau uang muka tidak menyurutkan ekspansi kredit KPR," ujar Budi di Jakarta, Selasa (27/1/2015).

Budi mengakui agak telat dalam sekuritisasi aset karena tahun kemarin suku bunga sedang tingi. Sehingga tahun ini perseroan baru akan merealisasikannya. "Sekarang suku bunga sudah stabil jadi bisa melakukan sekuritisasi aset," ucapnya.

Sementara, Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Raharjo Adisusanto mengaku akan menerbitkan EBA Surat Partisipasi (SP) bekerja sama Bank Mandiri. Nilai sekuritisasi ditargetkan sekitar Rp750 miliar hingga Rp1 triliun.

Sebelumnya, Bank Mandiri berencana melakukan sekuritisasi KPR untuk dibungkus menjadi Kontrak investasi kolektif (KIK) EBA senilai Rp750 miliar, awal tahun lalu.

Saat itu, penerbitan menggandeng Danareksa Investment Management (DIM) sebagai penerbit KIK EBA. Namun rencana tersebut ditunda lantaran tingginya permintaan kupon.

"Kami targetkan EBA SP tahun ini Rp2 triliun. Saat ini yang sudah dekat ada BTN dan Bank Mandiri, namun nanti tergantung kondisi pasar," ujar Raharjo.

Penerbitan instrumen tersebut memanfaatkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 23/POJK.04/2014 tentang Penerbitan dan Pelaporan EBA SP dalam rangka pembiayaan sekunder perumahan.

Sekuritisasi mulai dilirik oleh perbankan besar untuk mengantisipasi penerapan peraturan basel III. Selain itu, perbankan juga tertarik melakukan sekuritisasi untuk menjaga rasio kecukupan modal (CAR) serta alternatif sumber pendanaan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
DPK Bank Mandiri Taspen...
DPK Bank Mandiri Taspen Tumbuh 8,9% hingga Februari 2024
Bank Mandiri Bukukan...
Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp 26,6 triliun di Kuartal II 2024
Besok, Bank Mandiri...
Besok, Bank Mandiri Tetap Buka Layani Nasabah
Bank Mandiri Lanjutkan...
Bank Mandiri Lanjutkan Transformasi Digital di Ulang Tahun ke-23
Perkuat Layanan Digital,...
Perkuat Layanan Digital, Mandiri Jaga Momentum Pertumbuhan
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
7 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
7 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
7 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
7 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
8 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
8 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved