Pemerintah Diminta Evaluasi Objek Pajak Barang Mewah

Rabu, 28 Januari 2015 - 17:24 WIB
Pemerintah Diminta Evaluasi...
Pemerintah Diminta Evaluasi Objek Pajak Barang Mewah
A A A
JAKARTA - DPR meminta pemerintah mengevaluasi kembali kebijakan soal perluasan objek Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Pasalnya, pemerintah harus memilih kembali barang objek pajak mana saja yang layak dikenakan pajak barang mewah dan tambahan Pajak Penghasilan (PPh) buat penjual.

"Setelah dibahas dengan Komisi XI, kami setuju pemerintah untuk mengejar target pajak yang tinggi. Namun, untuk pajak barang mewah itu, kami minta untuk ditinjau kembali, mana saja yang pantas dianggap barang mewah," kata Ketua Komisi XI DPR Fadel Muhammad, Jakarta, Rabu (28/1/2015).

Menurutnya, jika melihat dari sejumlah usul pemerintah soal barang konsumsi kena pajak untuk barang mewah, dia menganggap beberapa dari item tersebut ada yang kurang pantas.

"Kalau yang kecil-kecil itu saya kira enggak perlu, harus cermat dipilih. Perluasan PPnBM jangan sampai menyusahkan masyarakat," ujarnya.

Selain menghabiskan banyak energi untuk mengawasi, lanjut Fadel, hasil yang diraih juga tak terlalu signifikan. Upaya pemerintah lebih baik difokuskan untuk mengejar pajak-pajak dari sektor usaha yang besar potensi pajaknya.

"Lebih baik mengejar yang besar-besar itu, hasilnya lebih kelihatan juga toh?. Jangan yang perintilan dikenakan PPnBM. Apalagi UKM, kami dari Komisi XI menolak rencana pemajakan UKM," tutup dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved