Yahoo Pisahkan Saham Alibaba

Kamis, 29 Januari 2015 - 12:03 WIB
Yahoo Pisahkan Saham...
Yahoo Pisahkan Saham Alibaba
A A A
NEW YORK - Yahoo mengumumkan rencana pemisahan sahamnya di raksasa internet China, Alibaba. Langkah ini bertujuan memberikan lebih banyak dana pada para pemegang saham dibandingkan penjualan langsung saham senilai USD40 miliar itu.

Dengan kebijakan itu, Yahoo dapat menghindari tagihan pajak yang besar dan membantu upaya Yahoo fokus kembali di bawah kepemimpinan Chief Executive Officer (CEO) Yahoo Marissa Mayer. “Kesepakatan ini memaksimalkan nilai untuk para pemegang saham dan menghindari potensi tagihan pajak hingga USD16 miliar dalam penjualan saham tradisional,” ungkap Mayer, dikutip kantor berita AFP.

Dia menjelaskan, langkah ini bagian dari upaya lebih besar membantu Yahoo menata aktivitasnya di internet mobile , video, dan bentuk media online lainnya. Pemisahan itu menciptakan entitas baru untuk memegang saham Alibaba, langkah untuk merespons keinginan para pemegang saham yang ingin menambah nilai dari perusahaan induk. Saham Yahoo naik 7,1% setelah beberapa jam perdagangan saat para investor menyambut langkah tersebut.

Yahoo menjelaskan, dewan komisaris telah menyetujui langkah menciptakan perusahaan investasi independen yang disebut Spin- Co untuk memegang saham Alibaba. SpinCo akan dimiliki 100% oleh para pemegang saham Yahoo. Nilai pasar Yahoo saat ini sebesar USD45 miliar, sebagian besar adalah saham Alibaba. Yahoo membeli 40% saham Alibaba pada 2005 senilai USD1 miliar.

“Kami terus berkomunikasi dengan para pakar untuk merancang struktur yang efisien pajak selama dua tahun lalu dan telah mempertimbangkan berbagai alternatif,” papar Chief Finance Officer (CFO) Yahoo Ken Goldman. Goldman menjelaskan, rencana itu merupakan pemisahan unik yang menempatkan saham Alibaba dalam perusahaan investasi terdaftar dalam transaksi yang bersih.

Yahoo akan terus mengoperasikan bisnis intinya dan memegang 35,5% saham di Yahoo Japan. Menurut Goldman, Yahoo tetap berpikiran terbuka tentang berbagai alternatif untuk menciptakan nilai terhadap saham di Yahoo Japan yang nilainya diperkirakan sebesar USD7 miliar.

Secara terpisah Yahoo menjelaskan, laba pada kuartal IV/2014 turun 52% dari tahun sebelumnya menjadi USD166 juta. Adapun, pendapatan tetap flat sebesar USD1,25 miliar. “Saya senang melaporkan kinerja kami pada kuartal IV/2014 dan pada 2014 terus menunjukkan stabilitas dalam bisnis inti kami. Strategi mobile kami dan fokus kami telah mengubah Yahoo dan memberikan keuntungan besar,” kata Mayer.

Syarifudin
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
43 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
50 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
4 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Minta 50%...
Donald Trump Minta 50% Saham TikTok untuk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved