Pengamat Dukung Pembangunan Smelter Freeport di Papua

Jum'at, 30 Januari 2015 - 10:53 WIB
Pengamat Dukung Pembangunan...
Pengamat Dukung Pembangunan Smelter Freeport di Papua
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi dari Universitas Sam Ratulangi Manado Agus Tony Poputra mendukung PT Freeport Indonesia membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) di Papua.

Menurut dia, tarik ulur lokasi pabrik smelter Freeport, apakah di Papua atau Jawa Timur harus dilihat dari perspektif keadilan atas nilai tambah. Pasalnya, keadilan nilai tambah tidak sekadar dilihat dari sudut pandang Indonesia dan luar negeri, namun juga antar daerah di Indonesia.

"Selama ini, industri pengolahan terkonsentrasi di Pulau Jawa, sehingga nilai tambah dinikmati di sana," ujar dia, Jumat (30/1/2015).

Di sisi lain, daerah di luar Jawa sebagian besar hanya hidup dari menjual bahan mentah. Dengan pembangunan smelter di Jawa Timur akan memperlebar kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa.

Selain itu, pembangunan smelter di Jawa Timur akan membawa masalah mengenai limbahnya mengingat Jawa Timur merupakan daerah yang padat penduduk.

Oleh sebab itu, Poputra mendukung pendapat DPR agar smelter Freeport dibangun di Papua. Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah yang lebih bijak untuk menciptakan keadilan antar wilayah di Indonesia.

"Dalam konteks pertambangan, pemerintah memiliki bargaining position yang lebih kuat dibanding perusahaan tambang," ujarnya.

Sifat bahan tambang umumnya, kata dia, bernilai relatif tinggi dan tidak tersebar merata di seluruh dunia. Oleh sebab itu, Indonesia sebagai negara yang kaya bahan tambang mineral tetap menjadi incaran perusahaan tambang.

“Jadi tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tunduk terhadap tekanan perusahaan tambang,” tandas dia.

Gubernur Papua Lukas Enembe sebelumnya menyambangi Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Maksud kedatangannya adalah agar pemerintah menolak pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur.

Dia meminta agar Freeport membangun pabriknya di Papua, selain karena bahan tambang diambil dari provinsi tersebut, juga karena lahan dan infrastruktur telah tersedia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
2 menit yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
26 menit yang lalu
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
34 menit yang lalu
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
57 menit yang lalu
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
1 jam yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved