BI Pede Target Ekonomi RI 2015 Tercapai
Jum'at, 30 Januari 2015 - 17:21 WIB
BI Pede Target Ekonomi RI 2015 Tercapai
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo percaya diri (pede) bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan mencapai target yang ditetapkan, yaitu 5,4%-5,8%.
Hal ini dikatakan Agus menanggapi rilis International Monetary Fund (IMF) yang memperkiraan pertumbuhan ekonomi 2015 akan berada pada kisaran 5% atau lebih rendah.
"Biasa itu, meski IMF dan World Bank memberikan proyeksi pertumbuhan Indonesia agak lebih rendah, namun BI masih memperkirakan di angka 5,4%-5,8%. Sementara dari APBNP itu ada di 5,7%. Jadi kalau saya melihat angka 5,7%-5,8% itu bisa dicapai, tetapi memang harus ada upaya besar," katanya di gedung BI, Jakarta, Jumat, (30/1/2015).
Dia mengatakan, pihaknya harus kerja keras untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut. Salah satunya dengan melakukan sejumlah reformasi struktural.
"Sejauh ini, pemerintah sedang melakukan langkah-langkahnya (reformasi struktural), seperti pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM), penyesuaian harga listrik dan perizinian satu atap," jelas Agus.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai target BI. "Ini bentuk-bentuk yang saya rasa harus ditindaklanjuti dengan baik, salah satu yang utama adalah alokasi pengeluaran pemerintah," pungkas dia.
Hal ini dikatakan Agus menanggapi rilis International Monetary Fund (IMF) yang memperkiraan pertumbuhan ekonomi 2015 akan berada pada kisaran 5% atau lebih rendah.
"Biasa itu, meski IMF dan World Bank memberikan proyeksi pertumbuhan Indonesia agak lebih rendah, namun BI masih memperkirakan di angka 5,4%-5,8%. Sementara dari APBNP itu ada di 5,7%. Jadi kalau saya melihat angka 5,7%-5,8% itu bisa dicapai, tetapi memang harus ada upaya besar," katanya di gedung BI, Jakarta, Jumat, (30/1/2015).
Dia mengatakan, pihaknya harus kerja keras untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut. Salah satunya dengan melakukan sejumlah reformasi struktural.
"Sejauh ini, pemerintah sedang melakukan langkah-langkahnya (reformasi struktural), seperti pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM), penyesuaian harga listrik dan perizinian satu atap," jelas Agus.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai target BI. "Ini bentuk-bentuk yang saya rasa harus ditindaklanjuti dengan baik, salah satu yang utama adalah alokasi pengeluaran pemerintah," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :