Penjualan Antam 2014 Turun 16% Jadi Rp9,46 T
Senin, 02 Februari 2015 - 11:46 WIB
Penjualan Antam 2014 Turun 16% Jadi Rp9,46 T
A
A
A
JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sepanjang 2014 mencatat penurunan penjualan bersih sebesar 16% menjadi Rp9,46 triliun dibanding tahun sebelumnya.
Keterangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan bahwa turunnya angka penjualan seiring tergerusnya harga nikel dan emas serta kebijakan pemerintah melarang ekspor bijih mineral mentah.
Penjualan bersih perseroan pada tahun lalu paling besar dikontribusi dari penjualan emas sebesar 52% atau senilai Rp4,93 triliun.
Adapun volume produksi emas ANTM dari Pongkor dan Cibaliung sepanjang tahun lalu sebanyak 2.335 kilogram atau susut 9% dibanding 2013 karena turunnya kadar bijih emas yang ditambang, dengan volume penjualan emas mencapai 9.978 kg atau naik 6% dibanding tahun sebelumnya.
Adapun volume produksi feronikel pada tahun lalu turun 8% menjadi 16.851 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan naik 37% menjadi 19.748 TNi. Nilai penjualan feronikel melonjak 93% menjadi Rp4 triliun seiring naiknya volume penjualan serta harga rata-rata feronikel sebesar 23% menjadi USD7,74/ton.
Sedangkan volume produksi bijih nikel terkoreksi 90% menjadi 1,14 juta wmt seiring regulasi pemerintah yang melarang ekspor bijih mineral mentah sejak 12 Januari 2014. Volume penjualan bijih nikel pada tahun lalu merosot 98% menjadi 214.400 wmt, sehingga pendapatan tahun lalu juga turun 98% menjadi Rp89 miliar.
Komoditas tambang perseroan lainnya, yakni bauksit diproduksi sebanyak 267.292 wmt dengan volume penjualan 60.898 wmt senilai Rp20 miliar. Sementara produksi batu bara pada tahun lalu sebanyak 464.002 ton dan menjual 652.413 ton senilai Rp179 miliar.
Keterangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan bahwa turunnya angka penjualan seiring tergerusnya harga nikel dan emas serta kebijakan pemerintah melarang ekspor bijih mineral mentah.
Penjualan bersih perseroan pada tahun lalu paling besar dikontribusi dari penjualan emas sebesar 52% atau senilai Rp4,93 triliun.
Adapun volume produksi emas ANTM dari Pongkor dan Cibaliung sepanjang tahun lalu sebanyak 2.335 kilogram atau susut 9% dibanding 2013 karena turunnya kadar bijih emas yang ditambang, dengan volume penjualan emas mencapai 9.978 kg atau naik 6% dibanding tahun sebelumnya.
Adapun volume produksi feronikel pada tahun lalu turun 8% menjadi 16.851 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan naik 37% menjadi 19.748 TNi. Nilai penjualan feronikel melonjak 93% menjadi Rp4 triliun seiring naiknya volume penjualan serta harga rata-rata feronikel sebesar 23% menjadi USD7,74/ton.
Sedangkan volume produksi bijih nikel terkoreksi 90% menjadi 1,14 juta wmt seiring regulasi pemerintah yang melarang ekspor bijih mineral mentah sejak 12 Januari 2014. Volume penjualan bijih nikel pada tahun lalu merosot 98% menjadi 214.400 wmt, sehingga pendapatan tahun lalu juga turun 98% menjadi Rp89 miliar.
Komoditas tambang perseroan lainnya, yakni bauksit diproduksi sebanyak 267.292 wmt dengan volume penjualan 60.898 wmt senilai Rp20 miliar. Sementara produksi batu bara pada tahun lalu sebanyak 464.002 ton dan menjual 652.413 ton senilai Rp179 miliar.
(rna)
Lihat Juga :