Didukung Sentimen Global, IHSG Berpeluang Menguat
Selasa, 03 Februari 2015 - 08:10 WIB
Didukung Sentimen Global, IHSG Berpeluang Menguat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan memiliki peluang untuk menguat didukung sentimen positif dari bursa global.
Kepala Riset PT Woori Koorindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola doji star menuju area middle bollinger band (MBB). MACD masih bertahan dari death cross dengan histogram positif yang menurun. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih cenderung menurun.
"Belum datangnya awan positif berpeluang membuat IHSG masih akan mengalami pelemahan lanjutan meski kami harapkan kondisi bursa saham global yang positif dapat mengimbangi belum datangnya awan positif tersebut," kata dia, Selasa (3/2/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.250-5.265 dan resisten 5.288-5.295. Laju IHSG kemarin kembali gagal mendekati area target resisten 5.293-5.305 dan juga gagal bertahan di area target support 5.263-5.275.
Awal pekan yang kurang baik bagi laju IHSG yang bergerak di zona merah seiring dengan maraknya aksi jual para pelaku pasar. Namun pelemahan yang terjadi kemarin dapat menutup utang gap 5.266-5.281, juga dibarengi dengan aksi beli tipis, sehingga menahan pelemahan lebih dalam.
"Pada kenyataannya, pasca dirilis data-data ekonomi Indonesia yang lebih baik dari estimasi kami juga tidak berdampak positif pada laju IHSG," ujar dia.
Laju IHSG tetap berada di zona merah sepanjang perdagangan seiring merahnya laju bursa saham Asia pasca merespon rendahnya rilis GDP AS dan penurunan indeks manufaktur China. Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy dari net buy Rp550,77 miliar menjadi net buy Rp6,30 miliar.
Kepala Riset PT Woori Koorindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola doji star menuju area middle bollinger band (MBB). MACD masih bertahan dari death cross dengan histogram positif yang menurun. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih cenderung menurun.
"Belum datangnya awan positif berpeluang membuat IHSG masih akan mengalami pelemahan lanjutan meski kami harapkan kondisi bursa saham global yang positif dapat mengimbangi belum datangnya awan positif tersebut," kata dia, Selasa (3/2/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.250-5.265 dan resisten 5.288-5.295. Laju IHSG kemarin kembali gagal mendekati area target resisten 5.293-5.305 dan juga gagal bertahan di area target support 5.263-5.275.
Awal pekan yang kurang baik bagi laju IHSG yang bergerak di zona merah seiring dengan maraknya aksi jual para pelaku pasar. Namun pelemahan yang terjadi kemarin dapat menutup utang gap 5.266-5.281, juga dibarengi dengan aksi beli tipis, sehingga menahan pelemahan lebih dalam.
"Pada kenyataannya, pasca dirilis data-data ekonomi Indonesia yang lebih baik dari estimasi kami juga tidak berdampak positif pada laju IHSG," ujar dia.
Laju IHSG tetap berada di zona merah sepanjang perdagangan seiring merahnya laju bursa saham Asia pasca merespon rendahnya rilis GDP AS dan penurunan indeks manufaktur China. Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy dari net buy Rp550,77 miliar menjadi net buy Rp6,30 miliar.
(rna)
Lihat Juga :