Wall Street Melesat Dipicu Relinya Harga Minyak

Rabu, 04 Februari 2015 - 08:59 WIB
Wall Street Melesat...
Wall Street Melesat Dipicu Relinya Harga Minyak
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat berakhir melesat lebih dari 1%, dipimpin saham sektor energi karena relinya harga minyak.

Sentimen lainnya yang mendukung adalah penjualan mobil pada Januari yang di atas ekspektasi dan aktivitas merger Office Depot dan Staples Inc.

Saham Office Depot (ODP.O) melompat 21,6% menjadi USD9,28 setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa perusahaan retail tersebut tengah dalam pembahasan lanjutan untuk bergabung dengan Staples Inc (SPLS.O). Adapun saham Staples melonjak 10,9% menjadi USD19,01.

Sementara indeks S&P 500 telah naik 2,8% selama dua sesi perdagangan didukung harga minyak dan harapan dari kesepakatan utang Yunani, sehingga meredakan kekhawatiran tentang ekonomi global.

Harga minyak mentah AS naik 7% menjadi USD53,05. Harga minyak Brent dan AS telah meningkat sekitar 19% sejak penutupan Rabu. Sektor energi di indeks S&P 500 (SPNY) naik 2,8%.

Saham di indeks Dow Jones, yakni Exxon Mobil (XOM.N) naik 3% menjadi USD92,25 dan Chevron (CVX.N) bertambah 3,3% menjadi USD109,53. Adapun Caterpillar (CAT.N) naik 3,8% menjadi USD83,92.

"Beberapa tekanan pada harga komoditas telah sedikit mereda, sehingga sudah lebih kuat menghadapi risiko tersebut," kata Direktur Perdagangan Saham Wedbush Securities Michael James seperti dilansir dari Reuters, Rabu (4/2/2015).

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 305,36 poin atau 1,76% ke 17.666,4; indeks S&P 500 naik 29,18 poin 1,44% ke 2.050,03; dan Nasdaq Composite bertambah 51,05 poin atau 1,09% ke 4.727,74.

Penjualan mobil Januari melampaui ekspektasi didukung harga yang lebih rendah dan kemudahan dalam kredit. Saham Ford Motor naik 2,5% menjadi USD15,65, General Motors (GM.N) naik 2,6% menjadi USD33,98 dan Fiat Chrysler (FCAU.N) naik 3,3% menjadi USD13,95.

Sekitar 8,4 miliar saham ditransaksikan di bursa AS. Volume itu di atas rata-rata lima sesi terakhir perdagangan sebanyak 7,7 miliar lembar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
7 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
7 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
8 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
8 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
8 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved