Pusat Ritel Berkembang di Beberapa Kota Baru
Rabu, 04 Februari 2015 - 14:00 WIB
Pusat Ritel Berkembang di Beberapa Kota Baru
A
A
A
Kawasan penyangga Jakarta seperti Depok, Bogor, Bekasi, dan Tangerang terus menggeliat menjadi kota baru yang memiliki potensi bisnis properti yang cukup tinggi. Salah satunya dilihat dari pembukaan sejumlah pusat ritel baru yang semakin memudahkan penghuni untuk belanja memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengungkapkan, moratorium pembangunan pusat perbelanjaan yang diberlakukan Pemprov DKI Jakarta telah membuka peluang bagi pengembang untuk membangun di kawasan pinggiran, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi serta kotakota besar lainnya di Indonesia.
“Di antara kawasan Jadebotabek, Tangerang dan disusul Bekasi adalah kawasan yang sangat aktif dalam pengembangan ritel. Tahun 2014 lalu kawasan Tangerang memasok dua pusat belanja yakni AEON Mall dan Grand Dadap Mall," ujar Ferry. Pusat ritel yang mengarah ke pinggiran, lanjut dia, terlebih tingkat hunian yang merefleksikan kebutuhan juga stabil, bahkan cenderung meningkat sekitar 85%. “Menariknya, pusat belanja dengan peritel yang menyasar kelas menengah atas mendominasi kawasan ini.
Sebab, banyak perumahan dengan pasar bidikan serupa yang dikembangkan di sini, misalnya BSD City, Alam Sutera, Summarecon Serpong, Paramount Serpong dan Lippo Karawaci," katanya. Melihat potensi ini, Sinar Mas Land, pengembang BSD City (6.000 hektare), Serpong, Tangerang, Banten akan menghadirkan pusat ritel terbaru Q-Big, sebuah retail complex satu lantai berkonsep power center yang diklaim pertama dan terbaru di Indonesia. Q-Big BSD City akan berdiri di atas lahan seluas 17,5 hektare dengan toko-toko utama memiliki luas 5.000-10.000 meter persegi.
Tempat ini akan didesain oleh Broadway Malyan, biro arsitek internasional dari Singapura yang akan mengonsep Q-Big bergaya modern urban dan green. Tempat ini ditargetkan akan mulai beroperasi di kuartal pertama tahun 2016. Courts Megastore BSD City ditargetkan buka untuk umum pada akhir 2015. Gerai ini menawarkan beragam pilihan produk rumah tangga dan gaya hidup di bawah satu atap melalui konsep ritel inovatif yang dibagi ke dalam beberapa zona belanja. Misalnya live, play, relax, dan sleep, sofa maker, market hall, courts kitchen, kids play area, dan flexi lounge. Courts juga berencana membuka 12 gerai lagi di Indonesia dalam lima tahun mendatang.
Sementara, PT Metropolitan Land,Tbk (Metland) juga sudah mulai membangun Metropolitan Mall Cileungsi senilai Rp200 miliar. Mal ini merupakan pusat bisnis pertama di kawasan Cileungsi, Bogor. Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Nanda Widya mengatakan, pembangunan mal Cileungsi ini untuk mengakomodasi kebutuhan fasilitas komersial pusat perbelanjaan yang memadai di daerah suburban Cileungsi. Hal ini seiring dengan berkembangnya daerah tersebut, seperti di Cileungsi, Jonggol, dan kawasan Timur Cibubur menjadi kawasan hunian yang cukup besar.”Saya kira ini menjadi mal kelas menengah pertama di kawasan Cileungsi.
Kami berharap mal ini akan menjadi pusat aktivitas bisnis baru bagi masyarakat Cileungsi," jelasnya. Nanda mengatakan, dengan dibangunnya Mal Metropolitan, Cileungsi akan menjadi kota mandiri dan kawasan yang menjanjikan ke depan. Karena, selain itu akan dibangun apartemen, hotel, dan beberapa sarana serta fasilitas. Target okupansi 90% akan tercapai saat mal dibuka awal 2016 mendatang. Pasalnya, potensi pengunjung Metropolitan Mall Cileungsi berasal dari penghuni Metland Cileungsi yang berjumlah sekitar 5.000 kepala keluarga (KK), Metland Transyogi sekitar 750 KK, Harvest City, kemudian masyarakat Cileungsi dan sekitarnya.
”Pada awal pembukaan kami menargetkan 20.000 pengunjung per hari," ujar Nanda. Mal Metropolitan Cileungsi berada di kawasan lahan komersial seluas 15 hektare di Metland Transyogi. Didesain oleh Development Design Group (DDG), perusahaan konsultan arsitek asal Amerika Serikat, mal ini mengusung konsep city mall yang menyasar kelas menengah dan mengedepankan lifestyle dan entertainment, sehingga cocok untuk pangsa pasar keluarga di Cileungsi dan sekitarnya. Saat ini sudah 70% ruang ritel telah menarik minat para tenant untuk berpartisipasi di Mal Metropolitan Cileungsi seperti Matahari Department Store, Gramedia, Cinema XXI, food court, dan lain-lain. Tarif sewa mal ini berkisar Rp120.000 sampai Rp350.000 per meter persegi per bulan.
rendra hanggara
Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengungkapkan, moratorium pembangunan pusat perbelanjaan yang diberlakukan Pemprov DKI Jakarta telah membuka peluang bagi pengembang untuk membangun di kawasan pinggiran, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi serta kotakota besar lainnya di Indonesia.
“Di antara kawasan Jadebotabek, Tangerang dan disusul Bekasi adalah kawasan yang sangat aktif dalam pengembangan ritel. Tahun 2014 lalu kawasan Tangerang memasok dua pusat belanja yakni AEON Mall dan Grand Dadap Mall," ujar Ferry. Pusat ritel yang mengarah ke pinggiran, lanjut dia, terlebih tingkat hunian yang merefleksikan kebutuhan juga stabil, bahkan cenderung meningkat sekitar 85%. “Menariknya, pusat belanja dengan peritel yang menyasar kelas menengah atas mendominasi kawasan ini.
Sebab, banyak perumahan dengan pasar bidikan serupa yang dikembangkan di sini, misalnya BSD City, Alam Sutera, Summarecon Serpong, Paramount Serpong dan Lippo Karawaci," katanya. Melihat potensi ini, Sinar Mas Land, pengembang BSD City (6.000 hektare), Serpong, Tangerang, Banten akan menghadirkan pusat ritel terbaru Q-Big, sebuah retail complex satu lantai berkonsep power center yang diklaim pertama dan terbaru di Indonesia. Q-Big BSD City akan berdiri di atas lahan seluas 17,5 hektare dengan toko-toko utama memiliki luas 5.000-10.000 meter persegi.
Tempat ini akan didesain oleh Broadway Malyan, biro arsitek internasional dari Singapura yang akan mengonsep Q-Big bergaya modern urban dan green. Tempat ini ditargetkan akan mulai beroperasi di kuartal pertama tahun 2016. Courts Megastore BSD City ditargetkan buka untuk umum pada akhir 2015. Gerai ini menawarkan beragam pilihan produk rumah tangga dan gaya hidup di bawah satu atap melalui konsep ritel inovatif yang dibagi ke dalam beberapa zona belanja. Misalnya live, play, relax, dan sleep, sofa maker, market hall, courts kitchen, kids play area, dan flexi lounge. Courts juga berencana membuka 12 gerai lagi di Indonesia dalam lima tahun mendatang.
Sementara, PT Metropolitan Land,Tbk (Metland) juga sudah mulai membangun Metropolitan Mall Cileungsi senilai Rp200 miliar. Mal ini merupakan pusat bisnis pertama di kawasan Cileungsi, Bogor. Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Nanda Widya mengatakan, pembangunan mal Cileungsi ini untuk mengakomodasi kebutuhan fasilitas komersial pusat perbelanjaan yang memadai di daerah suburban Cileungsi. Hal ini seiring dengan berkembangnya daerah tersebut, seperti di Cileungsi, Jonggol, dan kawasan Timur Cibubur menjadi kawasan hunian yang cukup besar.”Saya kira ini menjadi mal kelas menengah pertama di kawasan Cileungsi.
Kami berharap mal ini akan menjadi pusat aktivitas bisnis baru bagi masyarakat Cileungsi," jelasnya. Nanda mengatakan, dengan dibangunnya Mal Metropolitan, Cileungsi akan menjadi kota mandiri dan kawasan yang menjanjikan ke depan. Karena, selain itu akan dibangun apartemen, hotel, dan beberapa sarana serta fasilitas. Target okupansi 90% akan tercapai saat mal dibuka awal 2016 mendatang. Pasalnya, potensi pengunjung Metropolitan Mall Cileungsi berasal dari penghuni Metland Cileungsi yang berjumlah sekitar 5.000 kepala keluarga (KK), Metland Transyogi sekitar 750 KK, Harvest City, kemudian masyarakat Cileungsi dan sekitarnya.
”Pada awal pembukaan kami menargetkan 20.000 pengunjung per hari," ujar Nanda. Mal Metropolitan Cileungsi berada di kawasan lahan komersial seluas 15 hektare di Metland Transyogi. Didesain oleh Development Design Group (DDG), perusahaan konsultan arsitek asal Amerika Serikat, mal ini mengusung konsep city mall yang menyasar kelas menengah dan mengedepankan lifestyle dan entertainment, sehingga cocok untuk pangsa pasar keluarga di Cileungsi dan sekitarnya. Saat ini sudah 70% ruang ritel telah menarik minat para tenant untuk berpartisipasi di Mal Metropolitan Cileungsi seperti Matahari Department Store, Gramedia, Cinema XXI, food court, dan lain-lain. Tarif sewa mal ini berkisar Rp120.000 sampai Rp350.000 per meter persegi per bulan.
rendra hanggara
(ftr)
Lihat Juga :