Sony Pangkas Proyeksi Kerugian Tahunan

Kamis, 05 Februari 2015 - 12:28 WIB
Sony Pangkas Proyeksi...
Sony Pangkas Proyeksi Kerugian Tahunan
A A A
TOKYO - Sony kemarin memangkas proyeksi kerugian tahunan hingga lebih dari seperempat menjadi USD1,4 miliar karena lemahnya yen dan membaiknya penjualan smartphone .

Meski demikian, Sony memperingatkan pengurangan jumlah pegawai lebih lanjut sebagai bagian dari rencana restrukturisasi. ”Perusahaan saat ini memperkirakan kerugian 170 miliar yen pada tahun fiskal hingga Maret, turun dari proyeksi sebelumnya 230 miliar yen,” ungkap pernyataan Sony, dikutip kantor berita AFP . Sony bekerja keras di bisnis elektronik konsumen untuk membangun merek globalnya, termasuk kerugian miliaran dolar di bisnis televisi selama dekade lalu akibat ketatnya persaingan.

Perusahaan harus melakukan restrukturisasi skala besar, termasuk pengurangan pegawai, menutup bisnis laptop dan menjual kantor pusat Manhattan agar kembali membukukan keuntungan. Sony menyatakan berencana mengurangi 1.100 pegawai lagi di bisnis smartphone , lebih banyak dari pengumuman sebelumnya yaitu 1.000 pegawai. Divisi itu pun akan kekurangan sekitar sepertiga pegawainya.

”Termasuk pengurangan 1.000 pegawai yang kami umumkan sebelumnya, kami berencana menambah total restrukturisasi 2.100 pegawai,” ungkap Chief Financial Officer Sony Kenichiro Yoshida. Selain itu, turunnya nilai yen membantu Sony menaikkan nilai pendapatan luar negeri yang dikirim kembali ke Jepang.

”Perbaikan hasil itu karena dampak nilai tukar mata uang asing, peningkatan penjualan di segmen komunikasi mobile yang mencerminkan peningkatan penjualan smartphone ,” papar pernyataan Sony. Sony menyatakan, laba bersih mengalami kenaikan lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yaitu mencapai perkiraan 89 miliar yen. ”Laba operasional naik dua kali lipat menjadi 178,3 miliar yen saat penjualan tumbuh 6,1% menjadi 2,55 triliun yen,” ungkap pernyataan Sony.

Perusahaan itu juga akan menunda merilis data akhir hingga paling cepat bulan depan akibat serangan cyber di unit film Hollywood, terkait film satir The Interview . Serangan cyber itu mengakibatkan kerusakan sebagian besar data. Meski demikian, Sony menyatakan, serangan itu tampaknya tidak memiliki dampak besar pada data keuangan.

Kemarin Sony menjelaskan, pihaknya sedang menyelidiki serangan itu dan menyelesaikan sejumlah masalah di Sony Pictures. Serangan cyber itu merusak sistem jaringan di unit film dan mengakibatkan pengumuman data keuangan akan tertunda. Kemarin Sony juga menjelaskan, pendapatan kuartal III dari bisnis game PlayStation mengalami peningkatan tapi penjualan turun di bisnis produksi film dan televisi.

Biaya restrukturisasi pada kuartal itu turun hingga sepertiga dari setahun lalu. Selama sembilan bulan hingga Desember, Sony memperkirakan pihaknya membukukan kerugian bersih 20,1 miliar yen, melebihi laba 9,9 miliar yen setahun sebelumnya. Saham Sony ditutup naik 2,65% menjadi 2.769,0 yen di Tokyo sebelum data ini dirilis.

Syarifudin
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
7 jam yang lalu
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
7 jam yang lalu
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
8 jam yang lalu
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
8 jam yang lalu
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
9 jam yang lalu
Infografis
4 Kerugian yang Terjadi...
4 Kerugian yang Terjadi Jika BTN Berganti Nama Menjadi BPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved