IHSG Akhir Pekan Masih Diselimuti Sentimen Negatif
Jum'at, 06 Februari 2015 - 08:24 WIB
IHSG Akhir Pekan Masih Diselimuti Sentimen Negatif
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih diselimuti sentimen negatif, terutama dari dalam negeri pasca rilis Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Kepala Riset PT Woori Koorindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan IHSG akan membentuk pola three outside down bertahan di atas area middle bollinger band (MBB). MACD mulai terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang menurun. RSI, Stochastic, dan William’s %R cenderung turun.
"Adanya awan hitam negatif mengurangi potensi IHSG untuk dapat kembali rebound meski kami masih berharap adanya kesempatan bagi IHSG untuk dapat menguat di akhir pekan. Tetap cermati potensi pelemahan lanjutan," ujarnya di Jakarta, Jumat (6/2/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.250-5.268 dan resisten 5.286-5.315. Laju IHSG kemarin kembali gagal dekati area target resisten 5.330-5.350 dan longsor di bawah target support 5.288-5.300.
Kemarin, laju IHSG berbalik ke zona merah. Respon pelaku pasar terhadap rilis PDB sangat negatif yang juga dibarengi dengan sentimen negatif dari global.
"Tidak hanya terkena imbas melemahnya laju bursa saham global, berbalik turunnya rupiah pasca merespon rilis PDB yang mengindikasikan masih adanya perlambatan ekonomi dalam negeri turut menambah sentimen negatif," ujarnya.
Laju IHSG bukannya membaik, namun malah melemah lebih dalam. Turunnya mayoritas saham dalam indeks konsumer, aneka industri, manufaktur menyeret mayoritas saham ke zona merah.
Kenaikan pada indeks perkebunan dan industri dasar belum cukup mampu mengimbangi aksi jual yang ada. Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy dari net buy Rp873,44 miliar menjadi net buy Rp88,99 miliar.
Kepala Riset PT Woori Koorindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan IHSG akan membentuk pola three outside down bertahan di atas area middle bollinger band (MBB). MACD mulai terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang menurun. RSI, Stochastic, dan William’s %R cenderung turun.
"Adanya awan hitam negatif mengurangi potensi IHSG untuk dapat kembali rebound meski kami masih berharap adanya kesempatan bagi IHSG untuk dapat menguat di akhir pekan. Tetap cermati potensi pelemahan lanjutan," ujarnya di Jakarta, Jumat (6/2/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.250-5.268 dan resisten 5.286-5.315. Laju IHSG kemarin kembali gagal dekati area target resisten 5.330-5.350 dan longsor di bawah target support 5.288-5.300.
Kemarin, laju IHSG berbalik ke zona merah. Respon pelaku pasar terhadap rilis PDB sangat negatif yang juga dibarengi dengan sentimen negatif dari global.
"Tidak hanya terkena imbas melemahnya laju bursa saham global, berbalik turunnya rupiah pasca merespon rilis PDB yang mengindikasikan masih adanya perlambatan ekonomi dalam negeri turut menambah sentimen negatif," ujarnya.
Laju IHSG bukannya membaik, namun malah melemah lebih dalam. Turunnya mayoritas saham dalam indeks konsumer, aneka industri, manufaktur menyeret mayoritas saham ke zona merah.
Kenaikan pada indeks perkebunan dan industri dasar belum cukup mampu mengimbangi aksi jual yang ada. Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy dari net buy Rp873,44 miliar menjadi net buy Rp88,99 miliar.
(rna)
Lihat Juga :