Januari, PNM Manado Salurkan Pembiayaan Rp101,5 M
Minggu, 08 Februari 2015 - 17:19 WIB
Januari, PNM Manado Salurkan Pembiayaan Rp101,5 M
A
A
A
JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) cabang Manado selama Januari 2015 mencatat total pembiayaan (outstanding) sebesar Rp101,5 miliar yang berhasil dimanfaatkan 2.281 pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) nasabah PNM.
PNM cabang Manado ditopang oleh dua klaster yaitu Gorontalo dan Manado yang membawahi 16 ULaMM yang tersebar di wilayah Sulawesi Utara.
Bukti komitmen PNM dalam mengembangkan kapasitas usaha para pelaku UMKM yaitu dengan menggelar secara rutin program pelatihan dan motivasi bagi pelaku UMKM.
Pada kegiatan selama satu hari tersebut, PNM tak hanya memberikan pengetahuan dan motivasi bagi nasabah binaan, melainkan juga dalam misi memperkenalkan secara mendalam Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebagai agen utama pelayanan UMKM di daerah.
Executive Vice President PNM Arief Mulyadi menjelaskan, selain menjalankan bisnis utamanya di sektor pembiayaan mikro, PNM juga giat melaksanakan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) dan penyediaan jasa manajemen bagi para pelaku UMKM.
Menurutnya, salah satu faktor yang melandasi pelaksanaan PKU adalah karena umumnya pelaku UMKM belum dapat melaksanakan usaha dan produksinya secara optimal, baik karena masalah modal kerja, minimnya teknologi, dan akses pasar terbatas.
"Pelatihan PKU kepada debitur UMKM ini dilaksanakan secara tatap muka, dengan peserta yang heterogen dan modul pelatihan generik, serta mendatangkan motivator dan praktisi usaha yang sukses di bisnisnya," jelas dia dalam rilisnya, Minggu (8/2/2015).
Pemimpin PNM Cabang Manado Widji Tri Kusuma mengatakan, konsep pendampingan dan pelatihan hari ini sangat diperlukan bagi pelaku UKM, karena dapat menjembatani para pelaku UKM untuk bertukar pikiran serta meluaskan jaringan antar pelaku UKM.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program PKU yang diprakarsai oleh PNM sebagai sebuah inisiatif nasional untuk mengembangkan pelaku UKM di tanah air.
Pelatihan kali ini dilaksanakan bagi nasabah ULaMM Kotamobagu, dengan latar belakang usaha dari sektor komsumsi/makanan seperti pengolahan gula aren, kacang goyang, dan kue tradisional kue basah kolombeng.
"Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan para peserta akan lebih terbuka wawasannya dalam melihat berbagai peluang serta kiat-kiat untuk mengembangkan usahanya," papar dia.
Mereka juga diharapkan mampu mengenali potensi dirinya sebagai modal utama seorang pengusaha. Selain itu juga diberikan beberapa petunjuk praktis mengenai pelayanan kepada para nasabah dan pelanggannya.
Widji menuturkan, dengan dilaksanakannya pelatihan ini tidak lepas dari peranan PNM dalam membantu pengembangan UMK baik melalui pembiayaan maupun jasa manajemen antara lain melalui pelatihan, pendampingan dan konsultasi.
Pola kegiatan seperti ini merupakan keunikan tersendiri bagi PNM yang membedakannya dengan lembaga keuangan lain.
Melalui keterpaduan antara peran pembiayaan dan pembinaan ini dimaksudkan untuk lebih memperluas peran serta PNM dalam memajukan UMK sejalan dengan program-program pemerintah.
PNM cabang Manado ditopang oleh dua klaster yaitu Gorontalo dan Manado yang membawahi 16 ULaMM yang tersebar di wilayah Sulawesi Utara.
Bukti komitmen PNM dalam mengembangkan kapasitas usaha para pelaku UMKM yaitu dengan menggelar secara rutin program pelatihan dan motivasi bagi pelaku UMKM.
Pada kegiatan selama satu hari tersebut, PNM tak hanya memberikan pengetahuan dan motivasi bagi nasabah binaan, melainkan juga dalam misi memperkenalkan secara mendalam Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebagai agen utama pelayanan UMKM di daerah.
Executive Vice President PNM Arief Mulyadi menjelaskan, selain menjalankan bisnis utamanya di sektor pembiayaan mikro, PNM juga giat melaksanakan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) dan penyediaan jasa manajemen bagi para pelaku UMKM.
Menurutnya, salah satu faktor yang melandasi pelaksanaan PKU adalah karena umumnya pelaku UMKM belum dapat melaksanakan usaha dan produksinya secara optimal, baik karena masalah modal kerja, minimnya teknologi, dan akses pasar terbatas.
"Pelatihan PKU kepada debitur UMKM ini dilaksanakan secara tatap muka, dengan peserta yang heterogen dan modul pelatihan generik, serta mendatangkan motivator dan praktisi usaha yang sukses di bisnisnya," jelas dia dalam rilisnya, Minggu (8/2/2015).
Pemimpin PNM Cabang Manado Widji Tri Kusuma mengatakan, konsep pendampingan dan pelatihan hari ini sangat diperlukan bagi pelaku UKM, karena dapat menjembatani para pelaku UKM untuk bertukar pikiran serta meluaskan jaringan antar pelaku UKM.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program PKU yang diprakarsai oleh PNM sebagai sebuah inisiatif nasional untuk mengembangkan pelaku UKM di tanah air.
Pelatihan kali ini dilaksanakan bagi nasabah ULaMM Kotamobagu, dengan latar belakang usaha dari sektor komsumsi/makanan seperti pengolahan gula aren, kacang goyang, dan kue tradisional kue basah kolombeng.
"Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan para peserta akan lebih terbuka wawasannya dalam melihat berbagai peluang serta kiat-kiat untuk mengembangkan usahanya," papar dia.
Mereka juga diharapkan mampu mengenali potensi dirinya sebagai modal utama seorang pengusaha. Selain itu juga diberikan beberapa petunjuk praktis mengenai pelayanan kepada para nasabah dan pelanggannya.
Widji menuturkan, dengan dilaksanakannya pelatihan ini tidak lepas dari peranan PNM dalam membantu pengembangan UMK baik melalui pembiayaan maupun jasa manajemen antara lain melalui pelatihan, pendampingan dan konsultasi.
Pola kegiatan seperti ini merupakan keunikan tersendiri bagi PNM yang membedakannya dengan lembaga keuangan lain.
Melalui keterpaduan antara peran pembiayaan dan pembinaan ini dimaksudkan untuk lebih memperluas peran serta PNM dalam memajukan UMK sejalan dengan program-program pemerintah.
(izz)
Lihat Juga :