Wall Street Terkoreksi Dipicu Sentimen Yunani

Selasa, 10 Februari 2015 - 08:59 WIB
Wall Street Terkoreksi...
Wall Street Terkoreksi Dipicu Sentimen Yunani
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat berakhir terkoreksi karena investor khawatir terhadap negosiasi utang Yunani dan data ekonomi China yang mengecewakan di tengah ketidakpastian suku bunga Amerika Serikat (AS).

Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras menolak perpanjangan program bantuan internasional dan mengumumkan langkah untuk membalikkan beberapa reformasi yang disyaratkan oleh kreditur.

Sementara ekspor China turun 3,3% pada tahun lalu, sementara impor anjlok 19,9%, jauh lebih buruk dari ekspektasi.

"Saya pikir koreksi itu karena kekhawatiran umum tentang Yunani," kata Direktur Perdagangan di Conifer Securities Rick Fier seperti dilansir dari Reuters, Selasa (10/2/2015).

Sembilan dari 10 sektor di indeks S&P berakhir turun, dengan sektor kesehatan dan utilitas merosot paling dalam. Sementara hanya sektor energi yang mampu naik tipis didorong naiknya harga minyak.

Sektor utilitas (SPLRCU) turun 0,9% dan memperpanjang kerugian pada akhir pekan lalu karena investor khawatir tentang kenaikan suku bunga. Sedangkan sektor kesehatan (SPXHC) jatuh 1,1%.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 95,08 poin atau 0,53% ke 17.729,21; indeks S&P 500 melemah 8,73 poin atau 0,42% ke 2.046,74; dan indeks Nasdaq Composite turun 18,39 poin atau 0,39% ke 4.726,01.

Sekitar 6,2 miliar saham ditransaksikan di bursa AS. Volume tersebut di bawah rata-rata selama lima sesi perdagangan terkahir sebanyak 7,8 miliar lembar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
6 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
6 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
7 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
7 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
7 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
8 jam yang lalu
Infografis
Minta Bantuan, Pidato...
Minta Bantuan, Pidato Zelensky di Yunani Picu Kemarahan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved