DPR Pertanyakan Target Kemiskinan dalam RUU APBN-P

Rabu, 11 Februari 2015 - 15:04 WIB
DPR Pertanyakan Target...
DPR Pertanyakan Target Kemiskinan dalam RUU APBN-P
A A A
JAKARTA - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI siang ini menggelar rapat dengan pemerintah Indonesia guna membahas soal RUU APBN-P 2015. Turut hadir dalam rapat ini Sekjen Kementerian Keuangan Kiagus Badaruddin serta beberapa utusan dari Bappenas.

Dalam rapat ini, Anggota Banggar Wayan Koster menanyakan target penurunan kemiskinan dan pengangguran yang tak masuk akal dalam RUU APBN-P 2015. Untuk target penurunan kemiskinan dan pengangguran juga tidak jauh berbeda dengan realita yang dilakukan mantan Presiden SBY.

"Kita bandingkan dengan belanja modal di 2015 ini, naik 100%. Harusnya ada dampak signifikan. Kalau kita melihat belanja modal dampak penurunan kemiskinan kurang nyambung," katanya di ruang rapat Banggar, Jakarta, Rabu (11/2/2015).

Dalam rancangan APBN-P 2015, pemerintah sudah memberikan target angka kemiskinan menjadi 10,3% dan angka pengangguran menjadi 5,6%. Angka ini turun dari capain 2014, sebesar 10,96% dan angka pengangguran 5,94%.

"Turunnya kecil. Kalau enggak signifikan nanti APBN gagal. Ini belanja modal sudah naik, harusnya signifikan," tegas dia.

Selain itu, jika dibandingkan 2012, angka kemiskinan berada di 11,96% dan turun menjadi 11,37% di 2013. Kemudian angka pengangguran di 2012 mencapai 6,24 dan turun menjadi 6,17 di 2013.

"Penurunan kemiskinan 10,96% (2014) itu 1,6%. Tapi 2014 ke 2015 turun cuma 0,6% dengan belanja modal meningkat. Bandingkan dengan belanja modal tahun itu. 2015 belanja modal naik 100% punya dampak harus signifikan kemiskinan dan tingkat pengangguran," tutup Wayan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Berita Terkini
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
12 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
55 menit yang lalu
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
1 jam yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
2 jam yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
11 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
11 jam yang lalu
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved