Ini Tujuh Bank yang Akan Terbitkan Obligasi 2015
Kamis, 12 Februari 2015 - 18:07 WIB
Ini Tujuh Bank yang Akan Terbitkan Obligasi 2015
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku sudah ada tujuh bank besar yang berencana menerbitkan surat utang (obligasi) sebagai sumber pendanaan bisnis untuk kredit.
Menurut Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan III Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Irwan Lubis, bank-bank yang menerbitkan surat utang ini mencari pendanaan lain, selain dari dana pihak ketiga (DPK).
Nantinya, bentuk surat utang ini ada yang obligasi dan medium term notes (MTN). Bank-bank yang akan menerbitkan surat berharga (obligasi) di antaranya, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebesar Rp11,9 triliun, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) sebesar Rp6,9 triliun.
"Kemudian PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) sebesar Rp5,4 triliun, PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) sebesar Rp8,4 triliun, PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) sebesar Rp4,9 triliun," ujar dia, Kamis (12/2/2015).
Sementara, kelompok bank yang akan menerbitkan obligasi dalam bentuk valuta asing (valas) adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp5,8 triliun, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp6 triliun.
Menurut Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan III Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Irwan Lubis, bank-bank yang menerbitkan surat utang ini mencari pendanaan lain, selain dari dana pihak ketiga (DPK).
Nantinya, bentuk surat utang ini ada yang obligasi dan medium term notes (MTN). Bank-bank yang akan menerbitkan surat berharga (obligasi) di antaranya, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebesar Rp11,9 triliun, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) sebesar Rp6,9 triliun.
"Kemudian PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) sebesar Rp5,4 triliun, PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) sebesar Rp8,4 triliun, PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) sebesar Rp4,9 triliun," ujar dia, Kamis (12/2/2015).
Sementara, kelompok bank yang akan menerbitkan obligasi dalam bentuk valuta asing (valas) adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp5,8 triliun, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp6 triliun.
(izz)
Lihat Juga :