Sentimen Positif Dalam Negeri Perbaiki Laju Rupiah

Minggu, 15 Februari 2015 - 21:12 WIB
Sentimen Positif Dalam...
Sentimen Positif Dalam Negeri Perbaiki Laju Rupiah
A A A
JAKARTA - Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan pekan depan ada beberapa sentimen positif yang berpotensi memperbaiki laju rupiah. Salah satu faktornya adalah diumumkan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate).

"Minggu depan ini kan ada pengumuman BI Rate ya, tanggal 17 Februari. Mungkin salah satu yang ditunggu oleh market juga. Ya, harusnya positif, karena BI Rate masih ditahan," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (15/2/2015).

Selain itu, ada pengumuman neraca perdagangan selang sehari sebelumnya. Di mana ekspektasinya ada surplus, walaupun tipis.

"Neraca perdagangan BI ekspektasinya surplus. Dengan dua sentimen ini potensi menguat ada walaupun tipis. Minggu ini diperkirakan ada pada rentang Rp12.600-Rp12.850," kata David.

Dia menjelaskan, dari faktor eksternal isunya masih digerakkan Bank Sentral Eropa (ECB) terkait negosiasi dengan Yunani. "Ini isu yang cukup serius. Apakah mereka bisa selesaikan negosiasi, dan apakah Yunani masih di Uni Eropa. Khawatirnya kan takut, cemas kalau sampai negosiasinya gagal. Lalu, Yunani keluar dari Uni Eropa. Ini akan timbulkan turbulensi di pasar finansial," jelasnya.

Atas hal tersebut, menurutnya otomatis rupiah akan mengalami turbulensi juga. Dana investor akan lari ke USD. "Justru kalau turbulensi harusnya investor lari ke USD. USD tidak tertekan," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved