BPS Catat Ekspor RI Januari Turun 9%

Senin, 16 Februari 2015 - 11:53 WIB
BPS Catat Ekspor RI...
BPS Catat Ekspor RI Januari Turun 9%
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa perdagangan ekspor Indonesia di Januari 2015 mencapai USD13,3 atau Rp169,65 triliun (kurs Rp12.756/USD) miliar. Angka ini turun 9,03% dibanding Desember 2014 dan turun 8,09% dari Januari 2014.

"Dibandingkan Desember 2014, ekspor migas mengalami penurunan 11,75%. Di mana, ekspor minyak mentah turun 31,67%, ekspor hasil minyak turun 7,45%. Sedangkan ekspor gas mengalami kenaikan 1,48%," ujar Kepala BPS Suryamin di kantor BPS, Jakarta, Senin (16/2/2015).

Sementara, jika dibanding Desember 2014, ekspor nonmigas pada Januari 2015 juga turun 8,51%. Kemudian jika dibanding Januari 2014, ekspor migas Januari 2015 mengalami penurunan 16,98%.

Untuk ekspor minyak mentah naik 14,64%, namun ekspor hasil minyak turun 22,60%, dan ekspor gas Januari 2015 turun 25,78%. "Ekspor nonmigas Januari 2015 dibanding Januari 2014 turun 6,24%," katanya.

Selain itu, ekspor nonmigas Januari 2015 mencapai USD11,22 miliar, atau mengalami penurunan 6,24% dibanding Januari 2014. Ekspor nonmigas terbesar yakni lemak dan minyak hewan/nabati sebesar USD1,54 miliar, disusul ekspor bahan bakar mineral sebesar USD1,52 miliar.

"Untuk pangsa pasar ekspor terbesar ada Amerika Serikat sebesar USD1,25 miliar. Pangsa ekspor kita terbesar kedua di Jepang yaitu USD1,15 miliar, Tiongkok USD1,08 miliar. Jepang dan Tiongkok ini agak kecil karena sedang ada perlambatan ekonomi," papar dia.

Suryamin menjelaskan, berdasarkan asal provinsi, ekspor tertinggi berasal dai Jawa Barat, berturut-turut yakni Kalimantan Timur, Jawa Timur, dan Riau. Komoditas ekspor terbesar dari Jawa Barat yaitu kendaraan bermotor, elektronik, serta tekstil dan produk tekstil.

"Terbesar kedua ekspor dari Kalimantan Timur yaitu migas, batu bara, dan hasil laut. Peringkat ketiga dari Jawa Timur dengan komoditi barang-barang perhiasan seperti emas dan perak, serta produk tembaga. Terakhir, komoditas ekspor terbesar dari Riau yakni migas dan crude palm oil (CPO)," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Rekor 43 Bulan...
Jaga Rekor 43 Bulan Beruntun, Neraca Dagang RI November 2023 Cetak Surplus USD4,62 Miliar
PPKM Darurat Tak Akan...
PPKM Darurat Tak Akan Menghentikan Laju Surplus Neraca Perdagangan
Hebat, Neraca Dagang...
Hebat, Neraca Dagang Indonesia Suplus 29 Bulan Beruntun hingga September
Impor Tinggi, Neraca...
Impor Tinggi, Neraca Dagang Diramal Masih Bisa Surplus Tipis
Neraca Dagang November...
Neraca Dagang November 2020 Diproyeksi Cetak Surplus USD3,11 Miliar
Neraca Dagang RI Surplus,...
Neraca Dagang RI Surplus, Menang Lawan AS tapi Keok Vs Korsel
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
5 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
15 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
16 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved