Menkeu Isyaratkan Tarif Royalti Tambang Akan Naik

Selasa, 17 Februari 2015 - 13:16 WIB
Menkeu Isyaratkan Tarif...
Menkeu Isyaratkan Tarif Royalti Tambang Akan Naik
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah dalam beberapa waktu ke depan akan memberikan kebijakan soal kenaikan tarif royalti semua jenis tambang. Ini sebgai bentuk langkah untuk menggenjot sektor penerimaan negara.

Menurutnya, sektor penerimaan negara saat ini sedang anjlok dikarenakan penurunan penerimaan migas. Penurunan ini karena anjloknya harga minyak mentah dunia.

"Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ada nanti. Kita akan mengusulkan kenaikan tarif ya. Bukan hanya batu bara saja, tapi untuk semua jenis bahan tambang," jelasnya di kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (17/2/2015)

Bambang juga menerangkan, harga untuk tambang saat ini memang sedang tidak menunjukkan keprimaan. Namun demikian, bagi kalangan pengusaha, tetap menerima keuntungan yang diterima. Sementara itu, untuk pengenaan royalti ini akan keluar dalam waktu dekat.

"Meskipun kita tahu harganya sedang tidak bagus, kita harapkan sekali tentunya tambang ini. Mereka kan sudah mendapatkan manfaat dari kekayaan alam, maka tarif tentunya akan disesuaikan," papar dia.

Target Minerba dalam APBN Perubahan (APBN-P) 2015, dinaikkan Rp7,1 triliun menjadi Rp31,7 triliun. Tambahan target tersebut akan dioptimalkan dari kenaikan royalti. "Itu nanti akan menolong," ucapnya.

Dalam target PNBP Indonesia secara total mencapai Rp269,1 triliun. Angka ini turun Rp141,3 triliun dari yang sebelumnya pada APBN 2015 sebesar Rp410,3 triliun. Turunnya PNBP dikarenakan anjloknya PNBP migas sebesar Rp142,9 triliun menjadi Rp81,9 triliun.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bisnis Jasa Pertambangan...
Bisnis Jasa Pertambangan Butuh Penguatan Jaminan Berusaha
2.000 Lebih Delegasi...
2.000 Lebih Delegasi Sambut Industri Pertambangan yang Tangguh dan Berkelanjutan
Liebherr Indonesia Dukung...
Liebherr Indonesia Dukung Operasional Tambang Lebih Efisien dan Berkelanjutan
Faisal Basri Ungkap...
Faisal Basri Ungkap Bisnis Tambang Rugikan Negara hingga Rp200 Triliun
IATA Makin Cemerlang,...
IATA Makin Cemerlang, Pertambangan Salah Satu Bisnis Inti MNC Group
Petrosea Raih Kontrak...
Petrosea Raih Kontrak Mining Services Agreement Senilai Rp2,7 Triliun
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
23 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
40 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved