Honda Kurangi Output Produksi AS

Selasa, 17 Februari 2015 - 15:11 WIB
Honda Kurangi Output...
Honda Kurangi Output Produksi AS
A A A
SAN FRANCISCO - Manufaktur mobil asal Jepang, Honda Motor Co Ltd, berencana mengurangi produksi di beberapa pabrik di Amerika Utara karena kekurangan suku cadang akibat penutupan sebagian pelabuhan di sepanjang Pantai Barat.

”Honda memperkirakan kekurangan suku cadang untuk operasional di Ohio, Indiana, dan Ontario, Kanada, mulai kemarin dan untuk setiap pabrik akan menyesuaikan produksi antara 16 Februari dan 23 Februari,” ungkap juru bicara Mark Morrison pada kantor berita Reuters melalui e-mail.

Pelabuhan-pelabuhan di sepanjang Pantai Barat Amerika Serikat hampir tutup karena konflik buruh antara para pekerja dermaga dan grup yang mewakili operator terminal dan kapal. Penundaan pengiriman kargo juga memengaruhi ekonomi AS sehingga Presiden Barack Obama pekan lalu mengirimkan Menteri Tenaga Kerja AS Tom Perez ke California untuk membantu menengahi kesepakatan antara perusahaan-perusahaan kapal dan para pekerja pelabuhan.

”Kami tidak memiliki cukup suplai pada beberapa suku cadang penting untuk menjaga lini produksi berjalan lancar dan efisien. Suku cadang-suku cadang ini termasuk sejumlah suku cadang penting seperti elektronik dan beberapa bagian yang lebih besar seperti transmisi,” papar Morrison. Pabrik-pabrik Honda diperkirakan mengurangi produksi untuk model-model, termasuk Civic, CR-V, Accord, dan Acura.

Ini dan produsen mobil lain telah mengirimkan beberapa suku cadang penting dari Asia ke pabrik-pabrik AS dengan pesawat karena gangguan akibat masalah buruh. ”Toyota Motor Corp telah mengurangi jam kerja di beberapa pabrik di Amerika Utara,” ungkap juru biara Mike Goss. Toyota membangun sekitar dua juta mobil di Amerika Utara tahun lalu. Adapun Nissan Motor Co Ltd juga menyatakan terganggu akibat masalah buruh di Pantai Barat.

”Meskipun sekitar 85% volume penjualan Nissan di AS berasal dari mobil yang dibuat di pabrik-pabrik di Amerika Utara, tingkat suku cadang lokal di kawasan itu tinggi. Kami yakin akan ada sedikit dampak pada operasional Nissan,” kata juru bicara Nissan David Reuter. Awal bulan ini dilaporkan, Nissan menaikkan proyeksi laba bersih tahunan menjadi USD3,5 miliar, berkat pemangkasan biaya dan nilai yen yang lemah.

Di sisi lain, peningkatan penjualan di AS dan Eropa menutup penurunan penjualan di Jepang akibat kenaikan pajak penjualan pada April lalu. Nissan memproyeksikan membukukan laba 420 miliar yen pada tahun fiskal yang berakhir 31 Maret mendatang, naik dari proyeksi awal 405 miliar yen. Pengumuman ini muncul saat Nissan menyatakan, laba bersih untuk sembilan bulan hingga Desember naik 23,6% year on year (yoy) menjadi 338,8 miliar yen.

Laba operasional untuk periode itu naik 39% menjadi 417,9 miliar pada penjualan 8,09 triliun yen, naik 11,1% dari tahun sebelumnya. Tahun fiskal hingga Maret mendatang, Nissan memperkirakan laba operasional 570 miliar yen pada penjualan 11,15 triliun yen, juga menandai peningkatan dari proyeksi sebelumnya 535 miliar yen dan 10,80 triliun yen secara berurutan.

”Kuatnya penjualan di AS, program pemangkasan biaya dan nilai mata uang yen yang menguntungkan, berkontribusi pada peningkatan laba,” ungkap Presiden dan Chief Executive Officer (CEO) Nissan Carlos Ghosn, dikutip kantor berita AFP.

Syarifudin
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
11 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
41 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved