Pertamina Fokus Lima Isu Kritis Tahun Ini
Selasa, 17 Februari 2015 - 14:46 WIB
Pertamina Fokus Lima Isu Kritis Tahun Ini
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengatakan ada lima isu kritis yang akan menjadi fokus manajemen pada tahun ini. Kelima isu ini disinkronkan dengan visi perseroan untuk membangun kemandirian energi, dan menjadikan Pertamina sebagai perusahaan minyak nasional kelas dunia.
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menuturkan, isu pertama yang dijadikan fokus perseroan tahun ini adalah pengembangan sektor hulu. Hal ini dilakukan, mengingat porsi hulu Pertamina untuk produk dalam negeri masih rendah, bahkan baru 23%.
"Sebab itu, ini jadi harapan kami untuk tumbuh lebih baik ke depan. Kita berharap pemerintah akan memberikan dorongan atau kepercayaan untuk Pertamina mengambil berbagai sumur yang mau habis masa kontraknya," terang dia di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (17/2/2015).
Lebih lanjut Dwi menyebutkan, efisiensi terhadap empat lini pun menjadi fokus kritis perseroan tahun ini. Empat lini tersebut mencakup procurement, pengolahan, distribusi, dan logistik.
Dalam hal ini, lanjut mantan bos Semen Indonesia ini, revitalisasi terhadap Integrated Supply Chain (ISC) milik perseroan juga dibidik menjadi fokus Pertamina.
Perseroan juga berencana meningkatkan kapasitas kilang yang dimiliki.
Pada Februari lalu, Pertamina juga telah melakukan peningkatan beberapa kapasitas kilangnya. "Kita telah melaksanakan sosialisasi mengenai rencana peningkatan kapasitas kilang ke depan," imbuh dia.
Selain itu, Pertamina juga akan melakukan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan pemasaran 2015. Hal ini berkaitan dengan upaya perseroan untuk menghadapi persaingan di masa akan datang.
"Perbaikan struktur keuangan jadi concern kami. Karena kebutuhan capex cukup besar. Posisi ini membuat Pak Arief (Dirkeu Pertamina) harus bekerja keras," pungkas Dwi.
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menuturkan, isu pertama yang dijadikan fokus perseroan tahun ini adalah pengembangan sektor hulu. Hal ini dilakukan, mengingat porsi hulu Pertamina untuk produk dalam negeri masih rendah, bahkan baru 23%.
"Sebab itu, ini jadi harapan kami untuk tumbuh lebih baik ke depan. Kita berharap pemerintah akan memberikan dorongan atau kepercayaan untuk Pertamina mengambil berbagai sumur yang mau habis masa kontraknya," terang dia di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (17/2/2015).
Lebih lanjut Dwi menyebutkan, efisiensi terhadap empat lini pun menjadi fokus kritis perseroan tahun ini. Empat lini tersebut mencakup procurement, pengolahan, distribusi, dan logistik.
Dalam hal ini, lanjut mantan bos Semen Indonesia ini, revitalisasi terhadap Integrated Supply Chain (ISC) milik perseroan juga dibidik menjadi fokus Pertamina.
Perseroan juga berencana meningkatkan kapasitas kilang yang dimiliki.
Pada Februari lalu, Pertamina juga telah melakukan peningkatan beberapa kapasitas kilangnya. "Kita telah melaksanakan sosialisasi mengenai rencana peningkatan kapasitas kilang ke depan," imbuh dia.
Selain itu, Pertamina juga akan melakukan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan pemasaran 2015. Hal ini berkaitan dengan upaya perseroan untuk menghadapi persaingan di masa akan datang.
"Perbaikan struktur keuangan jadi concern kami. Karena kebutuhan capex cukup besar. Posisi ini membuat Pak Arief (Dirkeu Pertamina) harus bekerja keras," pungkas Dwi.
(izz)
Lihat Juga :