Indeks S&P Cetak Rekor Didukung Optimisme Utang Yunani

Rabu, 18 Februari 2015 - 09:03 WIB
Indeks S&P Cetak Rekor...
Indeks S&P Cetak Rekor Didukung Optimisme Utang Yunani
A A A
NEW YORK - Indeks saham S&P 500 berakhir di rekor tertinggi sepanjang sejarah, di atas 2.100 pada perdagangan Selasa waktu setempat didukung optimisme kesepakatan baru utang Yunani dan terjualnya obligasi Amerika Serikat (AS).

Seorang sumber kepada Reuters mengatakan, Yunani akan meminta perpanjangan kesepakatan pinjaman pada Rabu waktu setempat. Laporan ini muncul setelah gagalnya negosiasi pada Senin lalu, yang menyebabkan menteri keuangan Uni Eropa menekan negara itu untuk tetap mengikuti program penyelamatan keuangan internasional.

Sementara obligasi AS terjual dengan imbal hasil tertinggi dalam tujuh pekan untuk obligasi dengan tenor 10 tahun, sehingga mendorong Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya pada awal Juni.

Adapun saham yang membukukan kenaikan tertinggi di indeks S&P 500 adalah Medtronic Plc (MDT.N), melonjak naik 3,7% menjadi USD78,07. Kenaikan tersebut didukung akuisisinya terhadap Covidien Plc senilai USD49,9 miliar pada bulan lalu dan kinerja keuangan kuartal III/2014 yang di atas ekspektasi.

Sedangkan saham Bank Nasional Yunani (NBG.N) yang terdaftar di bursa AS berakhir naik 1,2% menjadi USD1,63 setelah jatuh lebih dari 13% pada awal sesi.

Dow Jones Industrial Average naik 28,23 poin atau 0,16% ke 18.047,58; indeks S&P 500 naik 3,35 poin atau 0,16% ke 2.100,34; dan indeks Nasdaq bertambah 5,43 poin atau 0,11% ke 4.899,27.

Sekitar 6,2 miliar saham ditransaksikan di bursa AS. Volume ini di bawah rata-rata selama lima sesi perdagangan terakhir sebanyak 6,7 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
1 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
1 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
1 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
2 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
2 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved