Butuh Rp400 T untuk Infrastruktur, RI Bisa Manfaatkan Ini
Rabu, 18 Februari 2015 - 14:08 WIB
Butuh Rp400 T untuk Infrastruktur, RI Bisa Manfaatkan Ini
A
A
A
JAKARTA - Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Bachrul Chairi mengatakan, untuk mengejar target pembangunan infrastruktur dalam lima tahun ini, pemerintah setidaknya membutuhkan investasi mencapai Rp530 triliun.
Hal ini sesuai fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memfokuskan pembangunan sektor infrastruktur dan peningkatan investasi di dalam negeri yang tertuang dalam visi misi Nawacita.
"Dalam lima tahun ke depan, dibutuhkan investasi untuk mendukung 7% pertumbuhan ekonomi. Sekarang kita hanya bisa sediakan APBN-nya kira-kira hanya Rp129 triliun, sehingga sekitar Rp400 triliun itulah yang harus ditawarkan swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan dalam negeri," ujarnya di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (18/2/2015).
Agar bisa menarik investasi sebanyak itu, lanjut Bachrul, pemerintah tentunya bisa memanfaatkan forum ekonomi dunia yang bertajuk 24th World Economic Forum on East Asia yang akan diselenggarakan pada 19-21 April 2015 di Jakarta.
"Kita membutuhkan investasi. Karena itu perlu penjajakan untuk promosi. Pada ajang ini, orang yang pengaruh dan punya kapital besar akan datang ke Indonesia," kata dia.
Dalam ajang ini, pemerintah bisa secara langsung menyampaikan program-program pembangunan yang ingin dicapai dalam lima tahun dan kebutuhan investasinya. Dengan demikian, diharapkan akan banyak investor kelas dunia yang tertarik membantu pembangunan infrastruktur di Indonesia.
"Nanti, proyek infrastruktuur bisa kita tawarkan kepada mereka. Itu bisa menjadi kesempatan baik, karena mereka dengar langsung. Ini kesempatan baik yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan Indonesia," tandasnya.
Hal ini sesuai fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memfokuskan pembangunan sektor infrastruktur dan peningkatan investasi di dalam negeri yang tertuang dalam visi misi Nawacita.
"Dalam lima tahun ke depan, dibutuhkan investasi untuk mendukung 7% pertumbuhan ekonomi. Sekarang kita hanya bisa sediakan APBN-nya kira-kira hanya Rp129 triliun, sehingga sekitar Rp400 triliun itulah yang harus ditawarkan swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan dalam negeri," ujarnya di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (18/2/2015).
Agar bisa menarik investasi sebanyak itu, lanjut Bachrul, pemerintah tentunya bisa memanfaatkan forum ekonomi dunia yang bertajuk 24th World Economic Forum on East Asia yang akan diselenggarakan pada 19-21 April 2015 di Jakarta.
"Kita membutuhkan investasi. Karena itu perlu penjajakan untuk promosi. Pada ajang ini, orang yang pengaruh dan punya kapital besar akan datang ke Indonesia," kata dia.
Dalam ajang ini, pemerintah bisa secara langsung menyampaikan program-program pembangunan yang ingin dicapai dalam lima tahun dan kebutuhan investasinya. Dengan demikian, diharapkan akan banyak investor kelas dunia yang tertarik membantu pembangunan infrastruktur di Indonesia.
"Nanti, proyek infrastruktuur bisa kita tawarkan kepada mereka. Itu bisa menjadi kesempatan baik, karena mereka dengar langsung. Ini kesempatan baik yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan Indonesia," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :