Rupiah Makin Tertekan, Ini Penjelasan Sofyan Djalil

Rabu, 18 Februari 2015 - 14:32 WIB
Rupiah Makin Tertekan,...
Rupiah Makin Tertekan, Ini Penjelasan Sofyan Djalil
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, pelemahan rupiah tidak terlepas dari faktor eksternal, khususnya dinamika politik yang terjadi di Yunani paska kemenangan partai sosialis di negari para dewa tersebut.

Rupiah kembali diperdagangkan melemah pada hari ini. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat rupiah melemah 47 poin ke Rp12.804 per USD dari perdagangan pada hari sebelumnya Rp12.757.

‎"Harga rupiah sangat tergantung dua hal, faktor dalam dan luar negeri," kata Sofjan saat menghadiri Rapat Paripurna DPD di Gedung Nusantara IV, Jakarta, Rabu (18/2/2015).

Menurut dia, faktor dalam negeri tidak mengkhawatirkan lantaran ekonomi dan inflasi terkendali, begitu juga dengan perbaikan birokrasi, dan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015.

Sementara faktor luar negeri cenderung menekan rupiah, seperti ‎ketidakpastian renegosiasi utang Yunani yang memengaruhi ekonomi Eropa.

Lebih lanjut dia menambahkan, pelemahan rupiah juga merupakan dampak penguatan ekonomi Amerika Serikat (AS), yang mendorong investor untuk reinvestasi USD dalam jumlah besar.

Di sisi lain, ‎pertumbuhan ekonomi China tidak setinggi yang diharapkan, sehingga memengaruhi fluktuasi nilai tukar mata uang di hampir seluruh dunia.

Bahkan, kata Sofyan, pelemahan mata uang di negara lain lebih parah dibanding Indonesia.

"Pelemahan rupiah dibanding mata uang di regional seperti yen dan won itu tidak seberapa. Ada mata uang yang depresiasinya lebih dalam dari rupiah," ujarnya.

Menurut dia, eksportir nyaman dengan posisi rupiah di kisaran Rp12.000-an. Sementara jika rupiah kembali ke kisaran Rp10.000-an per USD, justru akan memberi sentimen kurang menguntungkan bagi ekspor Indonesia.

Sofyan menuturkan, pelemahan rupiah hanya memengaruhi impor Indonesia, tetapi selama pemerintah mampu memperbaiki masalah ekonomi domestik maka dampak pelemahan rupiah akan terkontrol.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Zulhas Blak-blakan soal...
Zulhas Blak-blakan soal Bahlil Ditawari Prabowo Jadi Menko Ekonomi
PKM Level 4 Berlanjut,...
PKM Level 4 Berlanjut, Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Insentif Tambahan
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Berita Terkini
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
2 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
2 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
3 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
3 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
3 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved