Dow dan S&P Terkoreksi Dipicu Kekhawatiran Fed Rate

Kamis, 19 Februari 2015 - 10:58 WIB
Dow dan S&P Terkoreksi...
Dow dan S&P Terkoreksi Dipicu Kekhawatiran Fed Rate
A A A
NEW YORK - Indeks Dow Jones dan S&P 500 berakhir terkoreksi pada Rabu waktu setempat dipicu turunnya saham energi karena risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) terbaru menunjukkan pembuat kebijakan khawatir untuk segera menaikkan suku bunga (Fed rate).

Saham Exxon Mobil (XOM.N) jatuh 2,2% menjadi USD91,01 menjadi hambatan terbesar pada kedua indeks saham utama di Wall Street tersebut menyusul ledakan dan kebakaran di kilang Exxon dekat Los Angeles seiring turunnya harga minyak mentah.

Indeks S&P 500 turun 1,5% setelah harga minyak mentah anjlok 2,6% menjadi USD52,14 per barel.

Sementara pembuat kebijakan Fed pada akhir bulan lalu menyatakan, menaikkan suku bunga terlalu cepat bisa menggangu pemulihan ekonomi Amerika Serkat (AS).

"Ada beberapa anggota The Fed yang lebih dovish, yang merasa perekonomian AS masih belum cukup kuat untuk mendukung naiknya suku bunga, sehingga menahan The Fed melakukan kebijakan normalisasinya," kata ahli strategi investasi senior di RidgeWorth Investasi Alan Gayle seperti dilansir dari Reuters, Kamis (19/2/2015).

Sektor utilitas di indeks S&P 500 (SPLRCU) melonjak 2,4% dan merupakan kenaikan terbesar di indeks S&P 500 setelah imbal hasil obligasi menurun, sedangkan sektor keuangan (SPSY) menurun 0,7%.

Dow Jones Industrial Average turun 17,73 poin atau 0,1% ke 18.029,85; indeks S&P 500 kehilangan 0,66 poin atau 0,03% ke 2.099,68; sedangkan Nasdaq bertambah 7,10 poin atau 0,14% ke 4.906,36.

Sekitar 6,0 miliar saham ditransaksikan di bursa AS. Volume ini di bawah rata-rata sepanjang bulan ini sebanyak 7,2 miliar lembar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
31 menit yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
47 menit yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
56 menit yang lalu
Perluas Akses Pembiayaan...
Perluas Akses Pembiayaan EV, Mandiri Auto Deals 2026 Tawarkan Pengalaman Menarik
1 jam yang lalu
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
2 jam yang lalu
Bahlil Pastikan Warga...
Bahlil Pastikan Warga Terdampak Proyek Blok Masela Bakal Dapat Ganti Untung
2 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved