Tingkat Konsumsi Daging di Indonesia Menurun

Jum'at, 20 Februari 2015 - 12:02 WIB
Tingkat Konsumsi Daging...
Tingkat Konsumsi Daging di Indonesia Menurun
A A A
JAKARTA - Credit Suisse menilai, konsumsi masyarakat Indonesia terhadap daging ternyata masih terbilang rendah, hanya 5,3% per tahun. Bahkan, konsumsinya paling rendah dibanding negara emerging market lainnya di dunia.

Director Equity Research Credit Suisse Ella Nusantoro menuturkan, dalam survei yang dilakukannya terhadap 1.600 orang di Indonesia, konsumsi daging mengalami penurunan dari sebelumnya 6,1% pada 2013, menjadi 5,3% pada 2014.

"Indonesia ini juga pemakan daging terendah dari semua emerging country. Makan daging itu mengalami penurunan, itu menjadi akses opportunity yang menjadikan Indonesia consumer sector," ujarnya di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Jumat (20/2/2015).

Menurutnya, konsumsi protein sedianya harus mengalami kenaikan. Namun di Indonesia, tendensinya lebih tinggi konsumsi telur dibandingkan daging.

Rendahnya konsumsi daging justru berbanding terbalik dengan konsumsi mie instan di Indonesia. Kendati orang menganggap mengonsumsi mie instan tidak baik untuk kesehatan, namun fakta menunjukkan konsumsinya justru meningkat. "Konsumsi mie instan juga akan naik, meskipun orang bilang itu enggak sehat," imbuh dia.

Ella menuturkan, jika dilihat dari brand, mie instan dengan brand Indomie masih mendominasi pasar. Bahkan, konsumsi mie Indomie meningkat dari sebelumnya 38% pada 2013, menjadi 40% pada 2014.

"Konsumsi mie Indomie ini banyak berasal dari kalangan urban, yang mencapai 42%. Sementara dari kalangan menengah ke bawah sekitar 36%," pungkasnya.

Sekadar informasi, dalam survei tersebut disebutkan bahwa konsumsi daging paling tinggi berasal dari Rusia yang mencapai 20,7% per tahun, Saudi Arabia 17,2% per tahun, Brazil 14,8% per tahun, China 14,7% per tahun, Turki 14,2% per tahun, Meksiko 14% per tahun, Afrika Selatan 13,9% per tahun, India 7,8% per tahun, dan Indonesia 5,3% per tahun.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Perlu Khawatir Bakal...
Tak Perlu Khawatir Bakal Langka, Berikut 5 Olahan Daging Sapi yang Bisa Disimpan Lama
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
Stok Daging Surplus,...
Stok Daging Surplus, Kementan: Mestinya Harga Tidak Naik
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
5 Ide Olahan Daging...
5 Ide Olahan Daging Sapi Kurban yang Mudah Dibuat di Rumah, Praktis dan Lezat
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
23 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved