Talangi Kompensasi Lion Air, Pejabat AP II Diminta Dicopot
Sabtu, 21 Februari 2015 - 21:46 WIB
Talangi Kompensasi Lion Air, Pejabat AP II Diminta Dicopot
A
A
A
JAKARTA - Forum Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN memecat para pejabat PT Angkasa Pura II (AP II), yang mengizinkan refund tiket dan dana kompensasi penumpang Lion Air.
Ketua FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono menuturkan, tidak ada di negara manapun operator bandara udara menanggung kompensasi refund tiket pesawat yang delay hingga beberapa hari.
"Patut dicurigai pembayaran refund tiket dan kompensasi penumpang Lion Air ini akibat tekanan dari pemiliknya yaitu Rusdi Kirana yang saat ini menjabat sebagai Dewan Pertambangan Presiden (Wantimpres) dalam pemerintahan Jokowi-JK," ujar dia dalam rilisnya di Jakarta, Sabtu (21/2/2015).
Menurutnya, kendati pembayaran kompensasi penumpang Lion Air akan ditagihkan kepada manajemen perusahaan, namun perseroan dinilai telah mengalami lost opportunity.
"Karena itu semua Direksi PT AP II harus dicopot, karena sudah melanggar kehati-hatian dalam pengunaan dana perusahaan BUMN dengan sembrono," imbuhnya.
Arief mengatakan, dengan kondisi keuangan Lion Air yang kurang bagus, tagihan airport service kepada AP II pun disinyalir akan menunggak. "Hal ini berpotensi terhadap kerugian PT Angkasa Pura II," tandasnya.
Ketua FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono menuturkan, tidak ada di negara manapun operator bandara udara menanggung kompensasi refund tiket pesawat yang delay hingga beberapa hari.
"Patut dicurigai pembayaran refund tiket dan kompensasi penumpang Lion Air ini akibat tekanan dari pemiliknya yaitu Rusdi Kirana yang saat ini menjabat sebagai Dewan Pertambangan Presiden (Wantimpres) dalam pemerintahan Jokowi-JK," ujar dia dalam rilisnya di Jakarta, Sabtu (21/2/2015).
Menurutnya, kendati pembayaran kompensasi penumpang Lion Air akan ditagihkan kepada manajemen perusahaan, namun perseroan dinilai telah mengalami lost opportunity.
"Karena itu semua Direksi PT AP II harus dicopot, karena sudah melanggar kehati-hatian dalam pengunaan dana perusahaan BUMN dengan sembrono," imbuhnya.
Arief mengatakan, dengan kondisi keuangan Lion Air yang kurang bagus, tagihan airport service kepada AP II pun disinyalir akan menunggak. "Hal ini berpotensi terhadap kerugian PT Angkasa Pura II," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :