IHSG Diprediksi Menguat Pekan Depan

Minggu, 22 Februari 2015 - 15:48 WIB
IHSG Diprediksi Menguat...
IHSG Diprediksi Menguat Pekan Depan
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan depan diperkirakan menguat , meski laju IHSG sempat terkonsolidasi pasca menyentuh level tertinggi terbarunya.

Meski pun begitu diharapkan masih ada peluang bagi IHSG untuk bertahan di zona hijaunya. Namun, mewaspadai potensi pembalikan arah jika aksi-aksi ambil untung (profit taking) mulai ada. Sepanjang banyak pelaku pasar yang kembali melanjutkan pembeliannya maka IHSG akan cenderung kembali menguat meski juga diiringi dengan terbentuknya utang gap.

Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola spinning dekati area upper bollinger band (UBB ). MACD masih mencoba bergerak naik dengan histogram positif yang naik. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba melanjutkan kenaikan.

Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.300-5.355 dan resisten 5.438-5.465. Laju IHSG masih mampu bertahan di atas area target support (5.300-5.355) sekaligus mampu melampaui area target resisten (5385-5397) namun, mulai terbatas untuk mencoba menyentuh target resisten berikutnya.

"Target support tidak kami rubah untuk menentukan batas support yang sebaiknya dijaga jika terjadi pelemahan," ujarnya di Jakarta, Minggu (22/2/2015).

Laju pasar saham AS sendiri kembali positif setelah di awal perdagangan cenderung tertekan pasca libur President’s Day, seiring respon negatif terhadap hasil pertemuan Yunani-Troika tersebut.

"Selain itu, rilis penurunan NY empire state manufacturing index dan NAHB housing market index memberikan tambahan sentimen negatif. Tampaknya pelaku pasar saat itu masih berharap positif terhadap akan tercapainya kesepakatan bailout lanjutan antara Uni Eropa dan Yunani," jelas dia.

Laju pasar saham AS variatif cenderung menguat tipis pekan lalu. Pelaku pasar tampak mencermati rilis pertemuan The Fed yang kembali menegaskan sikap The Fed yang menunggu waktu lebih lama untuk menaikan Fed rate.

Selain itu, turunnya saham-saham energi dan beberapa ritel melemahkan indeks saham lainnya meskipun terdapat sentimen positif dari turunnya klaim pengangguran.

Pada akhir pekan, respon positif terhadap tercapainya kesepakatan Uni Eropa-Yunani dan kembali naiknya harga minyak mentah dunia turut berimbas pada laju positif saham-saham energi yang juga berimbas pada naiknnya laju bursa saham AS.
(dyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Reli Mulai Terbatas,...
Reli Mulai Terbatas, IHSG Pekan Depan Diprediksi Uji Support 7.100
Prediksi IHSG Pekan...
Prediksi IHSG Pekan Depan: Waspada Koreksi Lanjutan, Cermati Saham-Saham Ini
IHSG Berpeluang Bergerak...
IHSG Berpeluang Bergerak di Kisaran 6.202-6.318 Jelang Rilis Suku Bunga
Jika IHSG Melempem,...
Jika IHSG Melempem, Mainkanlah Enam Saham Ini
Indeks Dirapal Melempem,...
Indeks Dirapal Melempem, Cermati lima Saham Ini
Indeks Dijampi Mengkerut,...
Indeks Dijampi Mengkerut, Pelototi Enam Saham di Bawah Ini
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
47 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
6 Pekan, Houthi Tembak...
6 Pekan, Houthi Tembak Jatuh 7 Drone AS Senilai Rp3,4 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved