Pengamat: Syahrini Contoh Buruk Konsumen Produk Lokal

Senin, 23 Februari 2015 - 13:08 WIB
Pengamat: Syahrini Contoh...
Pengamat: Syahrini Contoh Buruk Konsumen Produk Lokal
A A A
JAKARTA - Pengamat Ekonomi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Tony Prasetiantono menilai bahwa penyanyi Syahrini merupakan contoh buruk dalam mendorong penggunaan produk lokal.

Pasalnya, menurut dia, kegemaran Syahrini dalam membeli tas merek global tak layak untuk dijadikan contoh dari sisi penekanan impor.

"Louis Vuitton itu kan produk luar, masa iya tas harganya sampai puluhan ratusan juta, seperti yang dipakai Syahrini itu. Dia (Syahrini) bukan idola yang baik bagi Kementerian Perdagangan, jangan sampai Kemendag mengundang dia," gurau Tony di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (23/2/2015).

Menurut dia, untuk mengurangi impor harus ada dorongan terhadap industri lokal, yakni dengan cara beralih mencintai dan menggunakan produk lokal.

"Kita dorong industri lokal kita. Saya tidak habis pikir tas Hermes, tas LV, digilai ibu-ibu kita dan dipicu oleh Syahrini. Makanya itu jangan undang Syahrini," tuturnya.

Toni mengungkapkan, beberapa tahun ini nilai impor Indonesia terus mengalami peningkatkan. Pada 2010, nilai impor tercatat sebesar USD136 miliar dan naik tajam menjadi USD192 miliar pada 2012.

"Daya beli Indonesia naik, itu luar biasa," ungkapnya.

Tony berharap, Kementerian Perdagangan tidak saja ambisius meningkatkan ekspor, tetapi memperukuat daya tahan terhadap serangan barang impor dengan memberdayakan sektor usaha kecil menengah (UKM).

"Harapan saya, kementerian ini tidak hanya bagaimana menyerang, tapi bertahan dengan meningkatkan daya tahan serangan barang impor bisa kita develop, sehingga hemat devisa," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Usut Dugaan Korupsi...
Usut Dugaan Korupsi Gerobak Kemendag, Polri Analisa Transaksi Keuangan
Kejagung Geledah Kantor...
Kejagung Geledah Kantor Kemendag Sita Dokumen dan Uang Tunai
Kasus Minyak Goreng,...
Kasus Minyak Goreng, Pengamat: Cabut Izin Perusahaan yang Terbukti Melanggar
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
1 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
2 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
2 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
2 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
6 Produk Buatan China...
6 Produk Buatan China yang Digemari Konsumen Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved