Harga Raskin di Banjarnegara Ikut Naik Rp2.000/Kg
Selasa, 24 Februari 2015 - 09:49 WIB
Harga Raskin di Banjarnegara Ikut Naik Rp2.000/Kg
A
A
A
BANJARNEGARA - Kenaikan harga beras terjadi di Banjarnegara, Jawa Tengah dan tak hanya terjadi pada jenis beras berkualitas super atau sedang, namun menular ke beras untuk masyarakat miskin (raskin).
Harga raskin di pasar tradisional di Banjarnegara naik Rp2.000 per kilogram (kg) dari harga sebelumnya Rp6.000 per kg menjadi Rp8.000 per kg.
Sementara untuk harga beras berkualitas sedang terus melambung, dengan kenaikan rata-rata Rp500-Rp1.000 per hari. Beras jenis C4 naik dari harga Rp10.000 per kg menjadi Rp12.000 per kg.
Sedangkan beras jenis Cisadane naik dari sebelumnya Rp8.000 per kg menjadi Rp10.000 per kg dan beras kualitas super jenis Pandanwangi naik dari Rp10.000 menjadi Rp13.000 per kg.
Akibat kenaikan harga beras ini, sejumlah pedagang beras mengaku mengalami penurunan omzet.
"Omzet kita turun cukup drastis karena harga beras terus naik," kata pedagang beras di pasar tradisional di Banjarnegara, Inayah, Selasa (24/2/2015).
Adapun sejumlah sentra penghasil beras di Banjarnegra, yang biasanya mampu mencukupi kebutuhan lokal, seperti di Kali Bening dan Mandiraja mengalami gagal panen akibat bencana banjir dan serangan hama, sehingga hasil panen tahun ini menurun drastis.
Terkait kondisi ini, masyarakat berharap agar pemerintah bisa segera mengambil langkah untuk melakukan stabilisasi harga beras di pasaran, sehingga masyarakat kecil tidak semakin tercekik oleh mahalnya harga kebutuhan pokok yang mulai tak terkendali.
Harga raskin di pasar tradisional di Banjarnegara naik Rp2.000 per kilogram (kg) dari harga sebelumnya Rp6.000 per kg menjadi Rp8.000 per kg.
Sementara untuk harga beras berkualitas sedang terus melambung, dengan kenaikan rata-rata Rp500-Rp1.000 per hari. Beras jenis C4 naik dari harga Rp10.000 per kg menjadi Rp12.000 per kg.
Sedangkan beras jenis Cisadane naik dari sebelumnya Rp8.000 per kg menjadi Rp10.000 per kg dan beras kualitas super jenis Pandanwangi naik dari Rp10.000 menjadi Rp13.000 per kg.
Akibat kenaikan harga beras ini, sejumlah pedagang beras mengaku mengalami penurunan omzet.
"Omzet kita turun cukup drastis karena harga beras terus naik," kata pedagang beras di pasar tradisional di Banjarnegara, Inayah, Selasa (24/2/2015).
Adapun sejumlah sentra penghasil beras di Banjarnegra, yang biasanya mampu mencukupi kebutuhan lokal, seperti di Kali Bening dan Mandiraja mengalami gagal panen akibat bencana banjir dan serangan hama, sehingga hasil panen tahun ini menurun drastis.
Terkait kondisi ini, masyarakat berharap agar pemerintah bisa segera mengambil langkah untuk melakukan stabilisasi harga beras di pasaran, sehingga masyarakat kecil tidak semakin tercekik oleh mahalnya harga kebutuhan pokok yang mulai tak terkendali.
(rna)
Lihat Juga :