Karoseri Minta Fasilitas BMDTP

Rabu, 25 Februari 2015 - 10:04 WIB
Karoseri Minta Fasilitas...
Karoseri Minta Fasilitas BMDTP
A A A
JAKARTA - Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) mengeluhkan industri karoseri lokal belum bisa bersaing di pasar global.

Pelaku industri karoseri meminta fasilitas bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP) untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri. Sekretaris Jenderal Askarindo TY Subagio mengatakan, untuk meningkatkan daya saing, industri non-karoseri ada yang telah mendapatkan BMDTP, sementara di industri karoseri hingga saat ini belum memperoleh fasilitas itu.

”Padahal, itu salah satu untuk meningkatkan daya saing di pasar domestik. Selama ini industri karoseri belum bisa bersaing karena tidak adanya kebijakan yang bisa mendukung industri karoseri,” ujarnya di Jakarta, Senin (23/2). Dia menambahkan, insentif tersebut diperlukan untuk menekan biaya produksi. ”Di industri karoseri yang diimpor selain bahan baku juga komponen. Komponen juga ingin mendapatkan BMDTP. Seperti, industri kendaraan bermotor lain yang dibantu,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, Indonesia belum mampu memproduksi engine chassis, yaitu salah satu komponen karoseri dengan tingkat kandungan emisi Euro 6 yang menjadi salah satu syarat produk bisa diekspor. Ketua Umum DPP Askarindo Sommy Lumadjeng mengatakan, 50-70% bahan baku dan komponennya masih impor sehingga sulit sekali untuk melakukan ekspor.

”Ekspor masih kecil, di bawah 1%. Untuk ekspor, produsen harus terlebih dahulu mengimpor engine chassis dari negara lain karena chassis engine Indonesia tingkat emisinyamasihEuro2,” ungkapnya. Direktur Industri Alat Transportasi Darat Ditjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Soerjono mengatakan, engine chassis terkena bea masuk (BM) yang cukup mahal, sama dengan completely built up (CBU).

Sehingga ketika masuk kena BM40% kemudian diekspor akan kena lagi biaya yang cukup mahal. ”Begitu sampai di sana belum tentu laku. Itu yang menjadi kesulitan mereka,” ujarnya. Dia menambahkan, Kemenperin akan berkoordinasi dengan beberapa kementerian lain, salah satunya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengembangkan kendaraan berbahan bakar dengan standar emisi Euro 6.

Oktiani endarwati
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
49 menit yang lalu
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
57 menit yang lalu
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
2 jam yang lalu
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
4 jam yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
5 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved