Samsung Dorong Ambisi Korsel Jadi Pusat Yuan

Kamis, 26 Februari 2015 - 12:32 WIB
Samsung Dorong Ambisi...
Samsung Dorong Ambisi Korsel Jadi Pusat Yuan
A A A
SEOUL - Raksasa teknologi Samsung Electronics memberi dorongan besar pada ambisi Seoul menjadi pusat global untuk bisnis yuan. Samsung menyatakan sedang bersiap memulai perdagangan mata uang China secara langsung dengan won Korea Selatan (Korsel).

Berita ini muncul saat Pemerintah Korsel mengumumkan harapannya menandatangani kesepakatan perdagangan bebas dengan China pada semester I/2015. Ini merupakan tanda menguatnya hubungan antara kedua negara. Korsel menjadi negara ketiga di dunia yang mulai melakukan perdagangan langsung yuan untuk mata uang lokal pada Desember sesuai tujuan memperbesar pangsa pasar peluang bisnis yang melibatkan yuan di luar China.

“Ini merupakan perkembangan yang menggembirakan karena salah satu kelemahan di pasar ialah rendahnya permintaan atau suplai dari sektor korporat. Saya harap, rencana Samsung berpartisipasi dalam pasar ini akan memengaruhi perusahaan besar lainnya untuk ikut bergabung,” ungkap Song Inchang, Kepala Biro Keuangan Internasional Kementerian Keuangan Korsel, dikutip kantor berita AFP.

Samsung menjelaskan dalam pernyataannya, pihaknya akan memulai perdagangan langsung won-yuan. Perusahaan itu tidak menjelaskan lebih rinci tapi para trader menyatakan, langkah semacam itu akan memberikan dorongan besar pada pasar yang hingga saat ini operasionalnya masih dipimpin oleh perbankan yang didesain sebagai pencipta pasar.

“Fakta bahwa ada permintaan dan pasokan riil untuk tujuan komersial memberikan dampak besar meski jumlahnya masih kecil,” papar dealer mata uang di bank lokal Korsel. Dalam jangka panjang, nilai yuan-win masih dikalkulasikan terhadap dolar, tapi sejumlah perusahaan dapat menghemat biaya dan mengurangi risiko dari guncangan nilai mata tukar mata uang.

Korsel mendorong perusahaan-perusahaan yang berbisnis dengan China untuk menetapkan transaksi dengan yuan atau won, daripada dolar Amerika Serikat. Meski demikian, penggunaan mata uang lokal dalam kesepakatan perdagangan masih sangat rendah. Tidak diketahui dengan jelas seberapa banyak volume perdagangan Samsung yang dapat dilakukannya sendiri.

Perusahaan menggunakan pasar mata uang untuk melakukan transaksi langsung antara kantor pusat dan anak perusahaan asingnya. Secara terpisah, Korsel menjelaskan, pihaknya dan China telah menyelesaikan proses awal untuk kesepakatan perdagangan bebas dan akan secara resmi menandatangani pakta pada semester I/2014. Langkah ini akan mengurangi berbagai penghalang dalam perdagangan dan investasi.

Syarifudin
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved