Analis Perkirakan Pelemahan Rupiah Tak Akan Lama

Jum'at, 27 Februari 2015 - 19:11 WIB
Analis Perkirakan Pelemahan...
Analis Perkirakan Pelemahan Rupiah Tak Akan Lama
A A A
JAKARTA - Analis Indosurya Securities William Surya Wijaya memperkirakan pelemahan rupiah tidak akan berlangsung lama. Dia menilai, saat ini laju dolar Amerika Serikat (USD) mulai menguat tetapi secara terbatas.

Dia menjelaskan, sebenarnya yang terjadi bukan karena pelemahan rupiah. Melainkan efek USD sendiri, kondisi di AS seperti laporan beberapa menunjukkan dalam posisi stabil.

"Dia (AS) masih cukup kuat. Sebenarnya penguatan USD lebih kearah terbatas, pekan depan lebih sudah diarah distribusi. Tinggal tunggu waktu bisa terkoreksi," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Jumat (27/2/2015).

William menerangkan, jangan melihat pelemahan tidak hanya dari kondisi mata uang rupiah. Pernyataan dari Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Janet Yellen juga dijelaskannya menjadi salah satu sentimen negatif.

"Pernyataan Yellen seolah Fed rate akan naik sepertinya membius, seolah masih ada kemungkinan Fed rate naik lebih tinggi lagi," kata dia.

Menurutnya, jika Yellen tidak menghembuskan wacana tersebut, diyakini investor akan menarik dananya dari AS. "Makanya hembuskan begitu, kalau tidak, orang berbondong tarik investasi dari sana. Dari dalam negeri tidak apa-apa. Pekan depan optimis Rp12,700/USD, dengan range Rp12,790-Rp12,960/USD," pungkasnya.

Sekadar informasi, nilai tukar rupiah terhadap USD pada hari ini berakhir terjungkal mendekati Rp13.000 per USD di tengah positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah hari ini pada level Rp12.967 per USD. Posisi itu merosot 126 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp12.841 per USD.

(Baca: Rupiah Ditutup Terjungkal ke Rp12.967/USD)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
27 menit yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
46 menit yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
1 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
1 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved