Pupuk Indonesia Gandeng IHI Corporation

Sabtu, 28 Februari 2015 - 10:57 WIB
Pupuk Indonesia Gandeng...
Pupuk Indonesia Gandeng IHI Corporation
A A A
CIKAMPEK - PT Pupuk Indonesia Holding Company menggandeng perusahaan Jepang, IHI Corporation, untuk memanfaatkan batu bara menjadi gas sebagai bahan baku utama pupuk amonia.

Kerja sama tersebut diharapkan memberikan hasil positif dalam mengembangkan komoditas batu bara yang melimpah di dalam negeri. “Tapi, ini masih pengujian dan dibutuhkan waktu dua tahun lagi untuk mendapatkan hasil yang sesuai sehingga bisa diputuskan untuk keperluan komersial,” kata Presiden Direktur PT Pupuk Indonesia Arifin Tasrif seusai peluncuran Tigar Prototype Plant Project di pabrik pupuk Kujang, Cikampek, Jawa Barat, Kamis (26/2).

Menurut Arifin, prototipe yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Jepang tersebut memanfaatkan 50 ton batu bara per hari. Dengan pengujian yang dilakukan di Pabrik Pupuk Kujang ini, diharapkan bisa menghasilkan gas batu bara dan mampu diolah menjadi pupuk amonia berkualitas baik.

“Selama ini pembuatan pupuk amonia masih mengandalkan gas alam. Mengingat pasokan kebutuhan gas alam juga semakin kecil di Indonesia, kita juga harus melakukan antisipasi. Ada alternatif karena batu bara kita masih sangat melimpah, apalagi yang berkalori rendah yang belum banyak dimanfaatkan,” tuturnya.

Dia menambahkan, kebutuhan rata-rata gas untuk keperluan pembuatan pabrik pupuk di Indonesia mencapai 700-800 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Dengan memanfaatkan batu bara, kebutuhan tersebut bisa ditingkatkan hingga satu setengah kali lipat.

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Montty Girianna mengatakan, masih dibutuhkan waktu membuktikan pemanfaatan gas batu bara diolah menjadi amonia paling cepat dua tahun.

Sementara itu, Manager Power Project IHI Corporation di Indonesia Dazio Takayanagi mengatakan, Indonesia memiliki potensi batu bara yang besar dan prototipe pengolahan batu bara menjadi amonia merupakan yangterbesardidunia. “Kita akan melihat hasilnya pada 2017,” ungkap dia.

Ichsan amin
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
3 jam yang lalu
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
4 jam yang lalu
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
4 jam yang lalu
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
4 jam yang lalu
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
4 jam yang lalu
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
5 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved