IHSG Pekan Depan Diprediksi pada Kisaran 5.374-5.485
Minggu, 01 Maret 2015 - 10:31 WIB
IHSG Pekan Depan Diprediksi pada Kisaran 5.374-5.485
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan depan diperkirakan akan berada pada rentang support 5.374-5.390 dan resisten 5.471-5.485.
Kepala Riset NH Securietis Indoensia Reza Priyambda mengatakan, IHSG membentuk pola spinning lanjut dekati area upper bollinger band (UBB). MACD masih mencoba bergerak naik dengan histogram positif yang naik. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba melanjutkan kenaikan. Laju
IHSG pada akhir pekan ini masih mampu bertahan di atas area target support 5.300-5.355 dan hampir melampaui area target resisten 5.438-5.46 serta mulai terbatas untuk mencoba menyentuh target resisten berikutnya.
Menurut Reza, itu tidak jauh berbeda dengan laju sebelumnya, di mana meski sempat terkonsolidasi pasca menyentuh level tertinggi terbarunya, namun kembali mampu bergerak menguat dan tiga kali kembali menyentuh level tertinggi terbarunya.
"Meski kami mengharapkan masih ada peluang bagi IHSG untuk bertahan di zona hijaunya, namun kita juga perlu untuk mewaspadai potensi pembalikan arah jika aksi-aksi profit taking terus berlanjut, sehingga membuka peluang IHSG menuju pelemahannya," kata dia, Minggi 1/3/2015).
Dia menilai, sepanjang banyak pelaku pasar yang kembali melanjutkan pembeliannya maka IHSG akan cenderung kembali menguat meski juga diiringi dengan terbentuknya utang gap.
Adapun sejumlah data ekonomi yang perlu dicermati sepanjang pekan depan, yakni dari Indonesia adalah inflation rate, HSBC manufacturing PMI, consumer confidence; China, berupa NBS manufacturing PMI, nonmanufacturing PMI, HSBC manufacturing PMI, HSBC China services PMI.
Sementara Australia, yakni AIG manufacturing index, HIA new home sales, business inventories, building permits, current account, RBA interest rate, AIG service index, GDP growth rate, balance of trade, retail sales; Korea Selatan adalah data current account, industrial production, manufacturing production, retail sales, HSBC manufacturing PMI, inflation rate, forex exchange.
Sedangkan dari Jepang, yakni capital spending, manufacturing PMI, markit service PMI; Jerman, seperti data markit manufacturing PMI, retail sales, markit service PMI, markit composite PMI, factory orders.
Selain itu, Perancis adalah data markit manufacturing PMI, markit service PMI, retail sales; Spanyol, di antaranya data markit service PMI; dan Inggris, data nationwide housing prices, BoE consumer credit, markit manufacturing PMI, mortgage approvals, construction PMI, markit service PMI, markit composite PMI, BoE quantitative easing, BoE interest rate.
Di samping itu, dari Italia perlu dicermati data investec manufacturing PMI, markit manufacturing PMI, markit service PMI, GDP growth rate; Zona Euro, berupa data markit manufacturing PMI, inflation rate, unemployment rate, PPI, markit service PMI, markit composite PMI, retail sales, ECB interest rate.
Adapun data dari Amerika Serikat adalah PCE price index, personal income, personal spending, markit manufacturing PMI, ISM manufacturing PMI, construction spending, redbook, IBD/TIPP economic optimism, ADP employment change, markit composite PMI, ISM nonmanufacturing PMI, nonfarm productivity, initial jobless claims.
Sementara sejumlah saham yang layak diperhatikan untuk diakumulasi pada pekan depan, yakni INTP, KBLV, SIMP, BHIT, PNBN, VIVA, INCO, CTRS, BSDE, TBIG, dan SSMS.
Kepala Riset NH Securietis Indoensia Reza Priyambda mengatakan, IHSG membentuk pola spinning lanjut dekati area upper bollinger band (UBB). MACD masih mencoba bergerak naik dengan histogram positif yang naik. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba melanjutkan kenaikan. Laju
IHSG pada akhir pekan ini masih mampu bertahan di atas area target support 5.300-5.355 dan hampir melampaui area target resisten 5.438-5.46 serta mulai terbatas untuk mencoba menyentuh target resisten berikutnya.
Menurut Reza, itu tidak jauh berbeda dengan laju sebelumnya, di mana meski sempat terkonsolidasi pasca menyentuh level tertinggi terbarunya, namun kembali mampu bergerak menguat dan tiga kali kembali menyentuh level tertinggi terbarunya.
"Meski kami mengharapkan masih ada peluang bagi IHSG untuk bertahan di zona hijaunya, namun kita juga perlu untuk mewaspadai potensi pembalikan arah jika aksi-aksi profit taking terus berlanjut, sehingga membuka peluang IHSG menuju pelemahannya," kata dia, Minggi 1/3/2015).
Dia menilai, sepanjang banyak pelaku pasar yang kembali melanjutkan pembeliannya maka IHSG akan cenderung kembali menguat meski juga diiringi dengan terbentuknya utang gap.
Adapun sejumlah data ekonomi yang perlu dicermati sepanjang pekan depan, yakni dari Indonesia adalah inflation rate, HSBC manufacturing PMI, consumer confidence; China, berupa NBS manufacturing PMI, nonmanufacturing PMI, HSBC manufacturing PMI, HSBC China services PMI.
Sementara Australia, yakni AIG manufacturing index, HIA new home sales, business inventories, building permits, current account, RBA interest rate, AIG service index, GDP growth rate, balance of trade, retail sales; Korea Selatan adalah data current account, industrial production, manufacturing production, retail sales, HSBC manufacturing PMI, inflation rate, forex exchange.
Sedangkan dari Jepang, yakni capital spending, manufacturing PMI, markit service PMI; Jerman, seperti data markit manufacturing PMI, retail sales, markit service PMI, markit composite PMI, factory orders.
Selain itu, Perancis adalah data markit manufacturing PMI, markit service PMI, retail sales; Spanyol, di antaranya data markit service PMI; dan Inggris, data nationwide housing prices, BoE consumer credit, markit manufacturing PMI, mortgage approvals, construction PMI, markit service PMI, markit composite PMI, BoE quantitative easing, BoE interest rate.
Di samping itu, dari Italia perlu dicermati data investec manufacturing PMI, markit manufacturing PMI, markit service PMI, GDP growth rate; Zona Euro, berupa data markit manufacturing PMI, inflation rate, unemployment rate, PPI, markit service PMI, markit composite PMI, retail sales, ECB interest rate.
Adapun data dari Amerika Serikat adalah PCE price index, personal income, personal spending, markit manufacturing PMI, ISM manufacturing PMI, construction spending, redbook, IBD/TIPP economic optimism, ADP employment change, markit composite PMI, ISM nonmanufacturing PMI, nonfarm productivity, initial jobless claims.
Sementara sejumlah saham yang layak diperhatikan untuk diakumulasi pada pekan depan, yakni INTP, KBLV, SIMP, BHIT, PNBN, VIVA, INCO, CTRS, BSDE, TBIG, dan SSMS.
(rna)
Lihat Juga :