BI dan OJK Diminta Tindak Tegas BCA Finance

Senin, 02 Maret 2015 - 19:45 WIB
BI dan OJK Diminta Tindak...
BI dan OJK Diminta Tindak Tegas BCA Finance
A A A
JAKARTA - Maraknya lembaga-lembaga keuangan (industri multifinance) yang menjalankan praktik tidak adil dan merugikan konsumen membuat koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi geram. Dia meminta Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menindak tegas serta menertibkan industri keuangan nakal.

Jubir presiden era Gus Dur ini mengaku mengalami sendiri perlakuan tidak adil dari BCA Finance. Baru dua bulan lebih sehari terlambat menyicil, BCA Finance langsung mengirim dua debt collector dari perusahaan penagih utang Markus Atoea & Rekan, yang diberi kuasa untuk merampas kendaraan (Avanza) di mana saja berada.

“Kita semua tahu, perekonomian nasional di bawah pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mengalami depresi hebat. Tapi rakyat terdampak, yang kemudian mengalami masalah dalam menjalani kewajiban (menyicil pinjaman). Oleh BCA Finance bukannya ditolong, malah didorong ke mulut buaya untuk dicaplok,” ujar Adhie kepada Sindonews, Senin (3/2/2015).

“Lebih gila lagi BCA Finance tidak mau menerima pembayaran untuk penyelesaiaan cicilan kalau konsumen belum memenuhi permintaan jutaan rupiah debt collector yang katanya untuk biaya penanganan. Jadi orang yang sudah terperosok dalam kesulitan ekonomi, oleh BCA Finance disodorkan kepada para buaya untuk dicaplok!” lanjutnya.

Dia mengungkapkan di tengah kondisi perekonomian kacau seperti sekarang, tentu saja orang (debt collector) mau melakukan apa saja demi uang. Inilah mekanisme yang seolah-olah legal dijalankan lembaga-lembaga multifinance yang sering menimbulkan kasus kriminal oleh debt collector kepada konsumen (debitor).

Adhie meminta BI dan terutama OJK tidak tutup mata terhadap kasus semacam ini yang sudah menimpa ribuan nasabah lembaga multifinance, seperti BCA Finance. Sesuai undang-undang, OJK bahkan memiliki tanggungjawab agar sektor jasa keuangan (1) Terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel; (2) Mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil; (3) Mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

“Saya akan pantau langkah apa yang dilakukan OJK terhadap BCA Finance dan lembaga-lembaga multifinace lainnya agar masyarakat mendapat perlakuan adil. Kan kita semua tahu, ketika para bankir raksasa, termasuk BCA, memakai uang rakyat ratusan triliun rupiah (BLBI) pada 1997-98, sampai detik ini pertanggungjawabannya tidak jelas,” tandas Adhie.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OJK Resmi Cabut Izin...
OJK Resmi Cabut Izin Usaha OVO Finance
BFI Finance Catatkan...
BFI Finance Catatkan Nilai Restrukturisasi Rp4,1 Triliun
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved