Ditekan Aksi Jual, IHSG Berpotensi Lanjutkan Pelemahan
Rabu, 04 Maret 2015 - 08:20 WIB
Ditekan Aksi Jual, IHSG Berpotensi Lanjutkan Pelemahan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan berpotensi melanjutkan pelemahan karena aksi jual dan berkurangnya aksi beli investor asing.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola shooting star kembali mendekati area upper bollinger band (UBB). MACD masih bergerak naik meski tipis dengan histogram positif yang sedikit lebih pendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mulai terbatas kenaikannya.
"Aksi jual dan berkurangnya aksi beli investor asing diperkirakan masih akan berlanjut. Dengan asumsi indikator teknikal memperlihatkan adanya potensi penurunan maka laju IHSG pun dapat berpeluang melanjutkan pelemahan," ujarnya di Jakarta, Rabu (4/3/2015).
Untuk itu, dia menyarankan tetap mewaspadai potensi-potensi pelemahan lanjutan meski belum mendekati utang gap 5.342-5.372 masih dilupakan.
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.460-5.468 dan resisten 5.489-5.507. Laju IHSG kemarin mampu melampaui area target resisten 5.470-5.478 dan juga bertahan di atas area target support 5.447-5.453.
Kemarin IHSG kurang mampu mempertahankan laju positifnya di awal perdagangan setelah menguat sehari sebelumnya dengan kembali terkena aksi profit taking. Meski berakhir di zona merah, namun IHSG sempat menyentuh level tertinggi terbarunya.
Sempat berlanjutnya pelemahan rupiah, belum terlihat adanya kekhawatiran pemerintah terhadap pelemahan rupiah dan imbas melemahnya sejumlah bursa saham Asia turut melemahkan IHSG.
Setelah berhasil melampaui rekor tertinggi sehari sebelumnya di 5.477,83, IHSG sempat kembali menyentuh level tertinggi terbarunya nyaris 5.500 sebelum berbalik arah.
Pada minggu ketiga Februari sempat di level 5427 dan dilanjutkan new high record di 5.448,70 pada (25/2), dan pada 26 Februari sempat menyentuh level tertinggi terbarunya di level 5.459,49.
Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy dari net buy Rp628,82 miliar menjadi net buy Rp289,27 miliar.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola shooting star kembali mendekati area upper bollinger band (UBB). MACD masih bergerak naik meski tipis dengan histogram positif yang sedikit lebih pendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mulai terbatas kenaikannya.
"Aksi jual dan berkurangnya aksi beli investor asing diperkirakan masih akan berlanjut. Dengan asumsi indikator teknikal memperlihatkan adanya potensi penurunan maka laju IHSG pun dapat berpeluang melanjutkan pelemahan," ujarnya di Jakarta, Rabu (4/3/2015).
Untuk itu, dia menyarankan tetap mewaspadai potensi-potensi pelemahan lanjutan meski belum mendekati utang gap 5.342-5.372 masih dilupakan.
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.460-5.468 dan resisten 5.489-5.507. Laju IHSG kemarin mampu melampaui area target resisten 5.470-5.478 dan juga bertahan di atas area target support 5.447-5.453.
Kemarin IHSG kurang mampu mempertahankan laju positifnya di awal perdagangan setelah menguat sehari sebelumnya dengan kembali terkena aksi profit taking. Meski berakhir di zona merah, namun IHSG sempat menyentuh level tertinggi terbarunya.
Sempat berlanjutnya pelemahan rupiah, belum terlihat adanya kekhawatiran pemerintah terhadap pelemahan rupiah dan imbas melemahnya sejumlah bursa saham Asia turut melemahkan IHSG.
Setelah berhasil melampaui rekor tertinggi sehari sebelumnya di 5.477,83, IHSG sempat kembali menyentuh level tertinggi terbarunya nyaris 5.500 sebelum berbalik arah.
Pada minggu ketiga Februari sempat di level 5427 dan dilanjutkan new high record di 5.448,70 pada (25/2), dan pada 26 Februari sempat menyentuh level tertinggi terbarunya di level 5.459,49.
Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy dari net buy Rp628,82 miliar menjadi net buy Rp289,27 miliar.
(rna)
Lihat Juga :