Kenaikan Harga Beras Tidak Dinikmati Petani

Rabu, 04 Maret 2015 - 10:57 WIB
Kenaikan Harga Beras...
Kenaikan Harga Beras Tidak Dinikmati Petani
A A A
JAKARTA - Kalangan petani dinilai tidak mendapat keuntungan apa pun terkait dengan kenaikan harga beras saat ini. Petani dan konsumen justru dirugikan ketika harga beras merangkak naik.

Pengamat pertanian Khudori mengatakan, pihak yang paling diuntungkan dalam kenaikan harga beras adalah mereka yang ada di level tengah, seperti pedagang besar atau pemilik penggilingan. “Karena ada ketidak-seimbangan dalam harga jual di tingkat petani dengan pedagang, maka terdapat celah harga yang relatif sangat besar,” ujar Khudori di Jakarta kemarin.

Menurut dia, harga pembelian pemerintah (HPP) beras saat ini lebih rendah dibanding harga jual di pasar yakni Rp6.800,00 per kilogram (kg), sedangkan konsumen membeli beras dengan harga Rp7.400,00 per kg. “Jika skema pembelian seperti itu, memang akan menguntungkan petani. Tetapi, dengan situasi sekarang, jawabannya ya atau tidak,” kata Khudori. Kenaikan harga beras yang mencapai 30% di beberapa daerah, menurut dia, akibat adanya perbedaan transmisi harga antara gabah dan beras, atau sebaliknya.

Tetapi, kenaikan harga beras yang tengah terjadi saat ini tidak bisa disangkutpautkan dengan tindakan kartel atau spekulan beras yang bersekongkol untuk menaikkan harga. Pengamat pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengatakan, kelangkaan beras bukan merupakan kesalahan Badan Urusan Logistik (Bulog). “Bulog tidak bisa disalahkan dalam kasus ini.

Kelangkaan beras ini murni akibat keterlambatan, mengingat stoknya sudah ditarik sejak pertengahan tahun lalu,” kata Arif diJakarta kemarin. Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB itu menjelaskan, kondisi tersebut terjadi akibat lambat proses pengesahan Surat Permohonan Alokasi (SPA) Raskin dari sejumlah pemerintah daerah.

Arif melanjutkan, pemerintah daerah enggan mengeluarkan SPA akibat adanya wacana perubahan raskin dengan uang tunai dan verifikasi ulang Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM). “Seharusnya tidak perlu menunggu SPA,” ujar Arif lagi. Sebelumnya Bulog menyampaikan, keterlambatan dalam penyaluran beras beberapa bulan terakhir disebabkan adanya verifikasi SPA yang belum selesai dilakukan oleh sejumlah pemda.

“Bulog bisa membagikan beras sehari setelah diberikan perintah, tapi ada keterlambatan SPA oleh sejumlah pemda. Semestinya, SPA kita terima setiap awal bulan,” kata Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog Leli Pritasari Subekti, Senin (2/3).

Ant
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
29 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
1 jam yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
2 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
2 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved