Bisnis Zona Euro Tumbuh Tertinggi dalam 7 Bulan

Kamis, 05 Maret 2015 - 10:32 WIB
Bisnis Zona Euro Tumbuh...
Bisnis Zona Euro Tumbuh Tertinggi dalam 7 Bulan
A A A
LONDON - Potongan harga dan melemahnya mata uang membantu aktivitas bisnis zona euro menguat pada Februari. Hasil survei terbaru itu dirilis kemarin, menjelang langkah Bank Sentral Eropa (ECB) meluncurkan program stimulus 1 triliun euro.

Hasil survei yang dikompilasikan Markit menunjukkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I/2015 sebesar 0,3%, sama dengan periode yang sama tahun lalu. Saat ini aktivitas bisnis tumbuh di seluruh blok empat negara ekonomi terbesar di zona euro untuk pertama kali sejak April lalu. Prediksi pertumbuhan itu sesuai dengan proyeksi rata-rata dalam jajak pendapat Reuters yang dilakukan bulan lalu.

“Outlook cerah untuk semua negara. Euro yang melemah membantu mendorong ekspor. Dan yang paling penting, kebijakan quantitative easing (QE) oleh ECB harus mendorong perekonomian sepanjang tahun ini,” papar Chris Williamson, kepala ekonom Markit, dikutip kantor berita Reuters. Euro turun hampir 8% sejak awal tahun terhadap dolar, membantu mendorong proyeksi akhir indeks manajer pembelian (purchasing managers’ index /PMI) Markit pada Februari sebesar 53,3, tertinggi dalam tujuh bulan.

Meskipun lebih lemah dibandingkan proyeksi awal sebesar 53,5, melebihi 52,6 pada Januari dan mencapai bulan ke- 20 dengan nilai di atas 50 yang menunjukkan pertumbuhan. PMI mencakup peningkatan industri jasa yang dominan di zona euro sebesar satu poin dari Januari menjadi 53,7. Meski demikian, data ini lebih rendah dibandingkan data awal 53,9.

Banyak perusahaan memangkas harga selama hampir tiga tahun untuk mendorong permintaan. Output indeks harga berada di bawah 50 yakni sebesar 47,9. ECB juga harus bekerja keras meningkatkan inflasi agar mencapai target 2%. Inflasi tetap bertahan sebesar minus 0,3% pada Februari.

Sebagai bagian dari upaya itu dan mendorong pertumbuhan, ECB berencana membanjiri pasar dengan dana tunai. Perusahaan-perusahaan jasa juga optimistis dengan rencana tersebut saat harapan bisnis pada tahun ini mencapai level tertinggi sejak Mei 2011 dengan indeksnya sebesar 64,1.

Sebelumnya dilaporkan, Menteri Ekonomi Spanyol Luis de Guindos menyatakan para pejabat Uni Eropa (UE) memperkirakan bailout ketiga untuk Yunani bisa sekitar antara 30 dan 50 miliar euro. “Para pejabat UE memperkirakan, Yunani memerlukan paket bantuan sekitar 30 miliar euro, 40 miliar euro, dan 50 miliar euro,” papar Luis de Guindos di Kota Pamplona, dikutip kantor berita AFP.

Syarifudin
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
28 menit yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
59 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
1 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
2 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
3 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
4 jam yang lalu
Infografis
Juara! Spanyol Cetak...
Juara! Spanyol Cetak 2 Rekor di Euro 2024: 4 Gelar dan 7 Kemenangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved