BCA Siapkan Strategi Konservatif Tahun Ini

Sabtu, 07 Maret 2015 - 09:10 WIB
BCA Siapkan Strategi...
BCA Siapkan Strategi Konservatif Tahun Ini
A A A
JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit konservatif. Perseroan mengincar ekspansi kredit hanya pada kisaran 12–15%.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan akan memfokuskan penyaluran kredit pada beberapa sektor unggulan, seperti korporasi, komersial, dan usaha kecil dan menengah (UKM). Selain itu, juga perseroan akan menggenjot kredit pemilikan rumah (KPR). “Tahun ini akan konservatif saja. Lihat pertumbuhan simpanan juga,” ucap Jahja di Jakarta, Kamis (5/3).

Dia mengaku belum melirik pembiayaan sektor mikro. Menurutnya, saat ini sudah banyak bank menjadi pemain kredit mikro, khususnya bank-bank kecil. “Kan sudah ada pemain kredit mikro. Kami juga beri kesempatan untuk bank-bank kecil,” ujarnya. Tahun lalu, lanjut Jahja, total portofolio kredit BCA naik Rp34,3 triliun atau tumbuh 11% menjadi Rp346,6 triliun pada akhir 2014.

Portofolio perseroan terdiri atas kredit korporasi Rp120,5 triliun yang naik 16,9%, sementara komersial dan UKM Rp134,2 triliun atau meningkat 9,7%. Dan, konsumer mengalami pertumbuhan 6,1% menjadi Rp92,3 triliun. Dengan kinerja ini mendorong perseroan dalam membukukan laba bersih Rp16,5 triliun sepanjang 2014.

Nilai itu naik 15,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp14,3 triliun. Khusus kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh 3,2% menjadi Rp54,7 triliun dengan pertumbuhan terutama pada triwulan keempat. Perseroan juga mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) rendah yaitu 0,6% dengan rasio cadangan 324,2%.

Jahja menambahkan, pihaknya masih belum terlalu tertarik untuk berkontribusi membiayai proyek-proyek infrastruktur mengikuti tren. Pasalnya, pembiayaan di sektor infrastruktur merupakan pembiayaan jangka panjang sementara perbankan lebih cocok untuk pembiayaan jangka pendek.

Namun, dirinya tetap akan melihat rincian proyek infrastruktur yang akan dibiayai agar bisa mengukur sejauh mana risiko dan pengembalian dana. BCA juga perlu melihat potensi ekonomi infrastruktur tersebut. “Soal infrastruktur, kita harus lihat dalam bentuk apa. Ada power plant, pelabuhan, kereta api. Kita sudah ada pengalaman di jalan tol Cipularang, Makassar, dan LSM (Cikampek– Palimanan). Jadi kita akan lihat project by project,” jelasnya.

Hafid fuad
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
29 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved