Pembangunan Pelabuhan Cilamaya Minta Dikaji Ulang

Sabtu, 07 Maret 2015 - 13:45 WIB
Pembangunan Pelabuhan...
Pembangunan Pelabuhan Cilamaya Minta Dikaji Ulang
A A A
JAKARTA - Peneliti dari Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Ina Primiana menilai, pembangunan Pelabuhan Cilamaya perlu dikaji ulang.

Dia mengungkapkan, munculnya rencana pembanguan Pelabuhan Cilamaya merupakan inisiatif perusahaan Jepang karena pemerintah tidak siap membangun infrastruktur.

"Dunia usaha menganggap tidak ada solusi yang ditawarkan, sehingga berinisiatif bangun Cilamaya. Jadi, ketika Jepang ingin bangun di sana karena mereka merasa tidak ada solusi yang ditawarkan pemerintah sampai saat ini," kata Ina di Jakarta dalam rilisnya, Sabtu (5/3/2015).

Akibatnya, industri berpikir kawasan industri harus ditopang oleh pelabuhan. "Tanpa kajian, mereka bilang, kayanya kita butuh pelabuhan deh. Dan dunia usaha menginginkan keberlanjutan usahanya," imbuh dia.

Menurutnya, pemerintah dan semua pihak harus mengkaji ulang rencana pembanguan Cilamaya, termasuk soal pergeseran beberapa kilometer dari posisi semula ke arah barat agar tidak mengorbankan pipa minyak dan gas (migas) yang ada.

"Rencana pergesaran 2,9 kilometer itu harus dibicarakan bersama-sama, tanpa korbankan pipa-pipa migas yang layani masyarakat dan lahan pertanian," katanya.

Ina menegaskan, kisruh rencana pembanguan Cilamaya harus menjadi pelajaran bagi kementerian dan lembaga terkait di masa mendatang sebelum merumuskan satu recana agar tidak terjadi konflik seperti saat ini.

"Harusnya mengkaji lebih dulu secara horizontal. Kalau saya lihat, perlu dikaji ulang dan duduk bersama, selama ini memang komunikasinya kurang," nilai Ina.

Sementara Communication and Relations Manager Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) Dona M Priadi mempertanyakan klaim Direktur Pelabuhan dan Pengerukan Direktorat Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Adolf Richard Tambunan, yang mengatakan, pelabuhan Cilamaya bisa dibangun sesuai hasil kajian tiga konsultan independen.

"Kami tidak pernah setujui hasil kajian konsultan. Kami sudah sampaikan sanggahan di kantor Kemenko. Pergeseran 3 kilometer itu tetap di tengah-tengah wilayah operasi ONWJ. Konsultan itu juga tidak independen karena dibiayai JICA (Japan International Cooperation Agency)," tutur dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kang Jimat Mulai Bangun...
Kang Jimat Mulai Bangun Jalan Patimban-Cilamaya
Kerusakan DAS Cilamaya...
Kerusakan DAS Cilamaya Jadi Perhatian Serius Pemprov Jabar
Tim Khusus Tindak Tegas...
Tim Khusus Tindak Tegas Perusak Daerah Aliran Sungai Cilamaya
Tambah Kapasitas PLTS,...
Tambah Kapasitas PLTS, Pertamina NRE Dukung Pertanian di Cilamaya
24 Sekolah Dasar di...
24 Sekolah Dasar di Cilamaya Kulon Karawang Simulasi Jelang PTM
Kilang LPG Cilamaya...
Kilang LPG Cilamaya Siap Beroperasi, Perkuat Program Substitusi Impor dan Ketahanan Energi
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
33 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
47 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved